Berita

Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyebut ada plot pembunuhan terhadap dirinya pada hari pemilu legislatif akhir pekan kemarin/Net

Dunia

Nicolas Maduro Ungkap, Ada Plot Pembunuhan Dirinya Di Hari Pemilu

RABU, 09 DESEMBER 2020 | 23:23 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Venezuela Nicolas Maduro lagi-lagi bergesekkan dengan rencana pembunuhan.

Dalam sebuah kesempatan, di hadapan wartawan di Venezuela (Selasa, 8/12), Maduro mengungkapkan bahwa ada upaya pembunuhan baru terhadap dirinya pada hari pemilihan umum legislatif akhir pekan kemarin.

Rencana pembunuhan itu diketahui pihaknya lebih dulu sebelum sempat diekskusi. Atas informasi itulah, dia sampai harus mengubah tempat pemungutan suara ke pangkalan militer utama di ibu kota Caracas demi keselamatannya, setelah diberitahu tentang rencana tersebut.


Maduro menuding, plot pembunuhan terbaru terhhadap dirinya itu melibatkan negara tetangga, Kolombia. Dia bahkan menuduh bahwa Presiden Kolombia Ivan Duque memainkan peranan dalam rencana tersebut.

"Kami menerima informasi dari sumber intelijen Kolombia yang sangat andal, bahwa mereka sedang mempersiapkan serangan untuk membunuh saya pada hari pemilihan," kata Maduro, seperti dikabarkan Press TV.

Ini bukan kali pertama plot pembunuhan dihadapi oleh Maduro. Upaya pembunuhan hingga kudeta telah dihadapinya sejak beberapa tahun terakhir. Dia kerap menuding Amerika Serikat dan Kolombia berada di balik rencana tersebut.

Diketahui bahwa Amerika Serikat dan Kolombia sama-sama mengakui bahwa pemimpin oposisi Juan Guaido merupakan pemimpin Kolombia yang sah setelah dia mendeklarasikan diri sendiri sebagai Presiden Venezuela Januari tahun lalu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya