Berita

Bambang Beathor Suryadi/Net

Politik

Beathor Suryadi: Ada Kesan Pembiaran Jokowi Berujung Anak Buahnya Dicokok KPK

RABU, 09 DESEMBER 2020 | 05:40 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Presiden Joko Widodo terkesan melakukan pembiaran dalam menjalan program kerjanya sehingga berdampak pada terjadinya operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Demikian pendapat Bambang "Beathor" Suryadi yang disampaikan Rabu dini hari (9/12).

Menurut murid Taufiq Kiemas ini, dalam sebuah kabinet pemerintahan yang memiliki program adalah semata-mata Presiden.


Para menteri, kata mantan Staf Kantor Staf Presiden (KSP) ini bersifat membantu menjalankan visi misi Kepala Pemerintahan.

"Kementerian Punya dana APBN, personil SDM PNS dan ASN, sudah punya Gedung Kantor dengan perlengkapan kerjanya, lantas apa susahnya jadi Menteri ? Lalu kenapa ada Menteri ketangkap KPK?" demikian kritikan bernada tanda tanya Beathor, Rabu (9/12).

Lebih lanjut, dalam analisa Beathor, sebuah kabinet tentu memiliki mekanisme kerja koleltif kolegial yang bersifat antar Menteri Koordinator.

Tujuannya adalah saling kontrol ketika rapat antar Menko maupun rapat besar bersama Presiden.

"Apa aja yang dibahas dalam rapat, apakah Presiden bertanya tentang isu berkembang dalam satu kememterian, misal KKP di tanya tentang Peraturan Menteri mengenai eksport Benur, jika Presiden bilang, batalkan ekspor karena tidak sesuai dengan program/maunya Presiden, maka Menteri KKP selamat dari OTT KPK," demikian pandangan mantan anggota DPR PDIP ini.

Menurut Beathor Suryadi, kesan ada pembiaran terhadapa cara kerja para pembantunya. Sehingga mengakibatkan 2 menterinya dicokok oleh lembaga anti rasuah.

"Ada kesan Presiden membiarkan Menterinya berbuat salah atau span of control Presiden belum maksimal terhadap kinerja para Menterinya," pungkasnya.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Pakistan Siap Jadi Tuan Rumah Putaran Baru Perundingan Iran-AS

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:13

Rayakan Persib Juara, Replika Maung Raksasa Bomber Guncang Asia Afrika

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:06

Iran Tempuh Jalur Damai dengan Kekuatan dan Diplomasi Bermartabat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:02

Rudi Hartono: Blackout Sumatera Momentum Evaluasi Jaringan dan Mitigasi

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:30

Ekonomi Syariah Harus Perkuat Perlindungan Sosial Masyarakat

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:10

PHE Optimistis Proyek CCS Indonesia-Korsel Buka Peluang Investasi Baru

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:02

Kualitas Konsumsi Jemaah Haji Harus Dijaga Meski Dapur Berjarak 12 Km

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:00

Trump: Kesepakatan Damai Iran Hampir Rampung, Selat Hormuz Segera Dibuka

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:49

Pertamina Trans Kontinental Optimalkan Layanan Maritim Lewat Kerja Sama STS Proyek FAME

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:47

Menkop Sindir Organisasi yang Hanya Sibuk Seremonial

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:30

Selengkapnya