Berita

Ilustrasi Pilkada/Net

Politik

Jelang Coblosan Pilkada, GAMKI: Jangan Biarkan Hak Demokrasi Kita Diperjualbelikan

RABU, 09 DESEMBER 2020 | 02:34 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih dalam Pilkada serentak pada hari Rabu, 9 Desember 2020.

Masyarakat diimbau memilih calon kepala daerah yang menolak politik uang serta berkomitmen kepada Pancasila dengan menjaga kemajemukan.

Demikian disampaikan Ketua DPP GAMKI Bidang Demokrasi dan Kepemiluan Harsen Roy Tampomuri, Selasa (8/12).


Menurut Harsen, Pilkada adalah salah satu sarana kedaulatan rakyat. Dalam pelaksanaan Pilkada 2020, masyarakat khususnya generasi muda, harus menggunakan hak pilih secara bijak.

“Hasil Pilkada tidak untuk menyengsarakan rakyat ataupun memecah-belah masyarakat. Pilkada hadir untuk membawa kesejahteraan, keadilan, dan kedamaian bagi masyarakat," tegas Harsen.

Demokrasi, dalam pandangan Koordinator Nasional Lembaga Advokasi dan Pendidikan Pemilu (LAPP) GAMKI ini tidak hanya pada upaya untuk mendorong demokrasi prosedural saja. \

“Jangan biarkan hak berdemokrasi kita diperjualbelikan dan dibajak oleh oknum-oknum elite dalam pusaran praktik politik uang dan transaksional. Mari sama-sama kita dorong terwujudnya Pilkada berkualitas dan berintegritas,” pungkas Harsen.

Ketua Pengarah LAPP GAMKI Yanuserius Zega menyampaikan, pemilihan kepala daerah merupakan momentum untuk membuktikan bahwa rakyat yang menjadi pemegang kedaulatan dalam menentukan pemimpin di tingkat daerah.

“Kami mengajak semua warga, khususnya teman-teman muda untuk datang ke TPS serta mengajak masyarakat di lingkungan kita untuk menggunakan hak pilih dengan mengikuti protokol kesehatan. Partisipasi dan keaktifan generasi muda sangat diharapkan agar angka golput dalam Pilkada rendah,” demikian kata Wakil Sekretaris Umum DPP GAMKI.

Ia mengajak masyarakat untuk memilih kepala daerah yang memiliki rekam jejak yang baik, memiliki visi misi yang menjawab kebutuhan daerah, serta berkomitmen menjaga keberagaman dan toleransi.

“Jangan pilih pemimpin yang membagi-bagikan uang, menggunakan politik identitas untuk menjatuhkan calon lainnya, ataupun menjanjikan adanya peraturan daerah berdasarkan agama tertentu,” tegas Yanser sapaan akrabnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya