Berita

Webinar bertema Strategi Pemulihan Kinerja Keuangan dan Operasional Pra Vaksin 2021/Repro

Kesehatan

Minimalisir Penyebaran, Siaga Luncurkan Digital Covid-19 Contact Tracing

SELASA, 08 DESEMBER 2020 | 20:21 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Area perkantoran adalah salah satu kluster berisiko penyebaran Covid-19. Guna meminimalisir risiko tersebut, PT Siaga Solusi Terpadu meluncurkan sistem Digital Covid-19 Contact Tracing yang dapat dioperasikan secara mandiri oleh perusahaan.

Sistem ini membantu perusahaan melakukan tracing dan tracking untuk karyawan terindikasi positif Covid-19 dengan tepat dan biaya murah.

Dokter paru dari RSUP Persahabatan sekaligus Seketaris Jendral (Sekjen) Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Erlang Samoedro mengatakan, banyak hal perlu dibenahi untuk mencapai kekebalan kelompok.


“Sampai sekarang belum ada obat pasti. Vaksin juga belum begitu menjanjikan karena masalah efektivitas, pendistribusian, dan cakupan,” kata Erlang dalam acara webinar dengan tema 'Strategi Pemulihan Kinerja Keuangan dan Operasional Pra Vaksin 2021," berdasarkan rilis yang diterima, Selasa (8/12).

Untuk mencapai kekebalan kelompok, di mana masyarakat bisa kembali beraktivitas normal, cakupan vaksinasi harus mencapai 80 persen dari populasi. Sementara distribusi vaksin merata hingga pelosok Indonesia tentu bukan menjadi pekerjaan mudah.

Kemudian efektivitas jangka waktu kekebalan tubuh usai vaksin juga belum diketahui secara pasti. Negara-negara pionir uji coba vaksin seperti Amerika, Jepang dan Cina baru akan melihat hasilnya beberapa bulan ke depan, usai pemberian vaksin kepada populasi tertentu.

“Jadi tahun 2021 pandemi masih belum kelihatan berhenti. Bahkan di beberapa negara situasi darurat diperpanjang hingga tahun 2024,” pungkas Erlang.

Berangkat dari hal tersebut, Siaga menelurkan Digital Covid-19 Contact Tracing for Business sebagai adaptasi menghadapi gejolak resesi di berbagai aspek kehidupan, termasuk bisnis perusahaan.

Sistem ini tidak memerlukan fitur GPS karena tidak berbasis aplikasi yang perlu diunduh karyawan. Cukup dengan sistem QR scan yang diletakkan di setiap ruangan kantor. Bila terdapat indikasi karyawan yang reaktif virus corona, sistem bisa mencari secara mandiri ring 1-3, kurang dari 1 menit.

“Hal tersulit yang kami temui dari hasil diskusi dengan lebih dari 100 perusahaan adalah pencarian ring 1 dan juga pendataan 7-14 hari ke belakang,” kata Ivan Muliadi selaku CEO dan Founder Siaga.

Banyak perusahaan menghabiskan waktu 3-5 hari untuk mendata pasien terindikasi. Pada akhirnya semua karyawan melakukan swab test dan menghabiskan dana tidak sedikit. Sementara basis sistem tracing Siaga menggunakan website, HRD akan memasukkan data dan melakukan pencarian kontak erat secara mandiri.

Karyawan cukup melakukan pendataan dengan scan barcode setiap masuk ke ruangan tertentu di kantor. Ivan melanjutkan, butuh kerja sama dan tingkat kepatuhan tinggi setiap individu untuk menjalankan sistem, agar perusahaan bisa bertahan di masa sulit ini.

Selain mendata dengan barcode, sistem juga secara otomatis mengirimkan self assessment yang wajib diisi karyawan H-1 sebelum mereka masuk kantor melalui email. Tujuannya untuk menilai risiko bawaan, jika hasil penilaian mengungkap risiko besar, maka mereka dilarang masuk kantor.

Dengan begitu jika terjadi kasus positif Covid-19, perusahaan akan dengan mudah melacak lingkaran pertama suspek transmisi, begitu juga area ring 2, 3, dan seterusnya. Sistem akan membuat chart dan tabel demografi penyebaran secara otomatis.

“Dari hasil filtrasi yang tepat dan cepat perusahaan bisa menekan biaya deteksi sampai dengan 90 persen. Swab cukup dilakukan oleh mereka yang berada di ring 1,” lanjut Ivan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya