Berita

Ketum Forum Satu Bangsa, Hery Haryanto Azumi/Net

Politik

Benny Wenda Deklarasi Kemerdekaan Papua Barat, Pemerintah Harus Lakukan Operasi Diplomasi Internasional

SELASA, 08 DESEMBER 2020 | 04:23 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Deklarasi kemerdekaan dan pemerintahan sementara yang diinisiasi oleh Benny Wenda merupakan bentuk provokasi yang memecah belah NKRI.

Demikian disampaikan Ketua Umum Forum Satu Bangsa Hery Haryanto Azumi saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (8/12).

Menurut Hery, selama ini Pemerintah Indonesia telah melakukan pendekatan pembangunan yang menyeluruh. Alasannya, masyarakat Papua adalah bagian dari rakyat Indonesia.


Berbeda dengan pendekatan keamanan saat orde baru, Hery menyebutkan, sejak Presiden Abdurahman Wahid hingga Era Presiden Joko Widodo, Papua telah diperlakukan dengan sangat istimewa.

"Pada Pemerintahan Jokowi, dilakukan pembangunan infrastruktur secara massif dan penyamaan harga secara nasional termasuk di Papua, yang menunjukkan cara pandang baru yang lebih komprehensif dalam menyelesaikan masalah Papua," demikia kata Hery kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (8/12).

Hery berpendapat dalam situasi gangguan kedaulatan di Papua Barat, pemerintah Indonesia perlu melakukan operasi diplomasi secara simultan.

Mantan Ketum PB PMII ini mengusulkan agar seluruh KBRI di seluruh dunia dijadikan pusat diplomasi internasional.

"Indonesia Diaspora di berbagai belahan dunia dapat didorong sebagai ujung tombak people diplomacy selain pelajar-pelajar Indonesia di berbagai kampus di seluruh dunia," demikian pendapat Hery.

Selain itu, Pemerintah harus melibatkan tokoh agama Papua untuk menguatkan kecintaan terhadapa tanah air Indonesia.

Pemerintah, kata Hery perlu menyadari bahwa kesenjangan ekonomi harus benar-benar diselesaikan secara terintegrasi. Termasuk didalamnya pendekatan budaya

"Keindahan dan keluhuran budaya papua harus menjadi hazanah budaya nasional. Hubungan budaya yang setara dan saling mengisi akan mempercepat proses integrasi nasional semakin kokoh," pungkas Sekjen Majelis Dzikir Hubbul Wathon ini.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Harga iPhone di Indonesia Naik Juli 2026, Cek Daftar Harga Terbaru Semua Seri

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:21

Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7%

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:13

IPW Desak Polri Periksa Febrie Adriansyah usai Akui Rumah Sentul Miliknya

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:09

Apa Saja Hak Pegawai Usai Kena PHK? Ini Daftar Hak yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:08

Berpotensi Abuse of Power, Jampidsus Febrie harus Dinonaktifkan

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:56

Jampidsus Febrie Adriansyah Ajari Kortastipidkor Polri Cara Tangani Kasus Batu Bara

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:51

Modal Dukungan 34 DPD, Wihaji Maju Jadi Ketum Ormas MKGR

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:30

Pakar Hukum: Temuan 74 Kg Emas Cukup jadi Alasan Kuat Jampidsus Mundur

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:17

KPK Periksa LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah, Ditemukan Dugaan Penggunaan Nominee

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:15

Tegang! Gedung Promoter Dijaga Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Jelang Konferensi Pers

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:05

Selengkapnya