Berita

Vaksin Sinovac/Net

Kesehatan

Genjot Produksi Vaksin, Sinovac Dapat Suntikan Dana 500 Juta Dolar AS Dari Sino Biopharmaceutical

SENIN, 07 DESEMBER 2020 | 12:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pengembang vaksin China, Sinovac Life Sciences Co, menerima suntikan dana sekitar 500 juta dolar AS dari Sino Biopharmaceutical untuk pengembangan, pembuatan, dan perluasan kapasitas vaksin melawan virus corona baru.

Sinovac Life Sciences Co adalah anak perusahaan Sinovac Biotech Ltd., penyedia produk biofarmasi terkemuka di China.

"Sinovac berharap dapat memproduksi 300 juta dosis setiap tahun dan bertujuan untuk menyelesaikan pembangunan fasilitas produksi kedua pada akhir tahun 2020 untuk meningkatkan kapasitas produksi tahunan vaksin hingga 600 juta dosis," kata Sinovac Life Sciences dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Global Times, Senin (7/12).


Uji klinis fase III untuk vaksin yang dikembangkan oleh Sinovac sendiri telah disetujui di Brasil, Indonesia, Turki, dan Chili.

Minggu pagi, Indonesia menerima 1,2 juta dosis vaksin virus corona dari Sinovac. Pemerintah Indonesia sedang menantikan 1,8 juta dosis lagi pada awal Januari.

Di China, uji coba fase I dan fase II telah dilakukan dengan hasil yang menunjukkan kandidat vaksin ini dapat menginduksi antibodi penawar pada lebih dari 90 persen relawan yang menerima dua dosis vaksinasi pada orang dewasa dan orang tua.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya