Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

Tak Mau Tergantung Pada Pasokan Luar Negeri, Turki Terus Kembangkan Vaksin Covid-19 Lokal

SENIN, 07 DESEMBER 2020 | 12:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Seorang peneliti vaksin Turki mengatakan bahwa studi untuk vaksin virus corona buatan negara itu direncanakan akan memasuki tahap 2 pengujian setelah 15 Desember mendatang.

Berbicara kepada Anadolu Agency, Ahmet Inal, wakil kepala praktik klinis dan pusat penelitian di Provinsi Kayseri tengah, mengatakan bahwa vaksin Erucov-Vac telah melakukan vaksinasi kepada 44 relawan pada awal November lalu sebagai bagian dari studi Fase 1, dan tidak ada efek samping yang dilaporkan.

"Setelah evaluasi Fase 1 selesai, studi Fase 2 direncanakan akan dimulai dalam dua minggu," kata Inal, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Senin (7/12).


"Kami sudah memeriksa semua data vaksin, vaksin lokal cukup aman," ujarnya seraya menambahkan sekitar 200-250 relawan yang direncanakan akan divaksinasi pada fase 2.

Ia juga mengatakan bahwa vaksin tersebut harus digunakan secepat mungkin untuk menekan penyebaran virus.

“Karena kita memiliki 82 juta penduduk. Kalau kita membayangkan memvaksinasi dua dosis dalam setahun, hasilnya 164 juta (dosis), ”kata Inal.

Dia mengatakan, misalnya, China akan memproduksi 600 juta dosis vaksin, tetapi tidak bisa menjual semuanya karena harus memikirkan rakyatnya sendiri juga.

"Yang akan didapat Turki adalah 50 juta dosis. Oleh karena itu, Anda harus melengkapi vaksin Anda sendiri, ”katanya, seraya mencatat bahwa dalam keadaan saat ini, negara tidak dapat memperoleh seluruh jumlah vaksin yang mereka butuhkan dari luar meskipun mereka membayarnya.

"Karena Anda tidak dapat membeli sesuatu yang tidak ada. Vaksin jadi lebih berharga," tegas Inal.

Saat ini Turki tengah mengembangkan Vaksin Erocov-Vac di Universitas Erciyes di provinsi Kayseri tengah, dengan dukungan dari Institut Administrasi Kesehatan Turki (TUSEB).

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Wall Street Kompak Hijau Berkat Lonjakan Saham AI

Selasa, 17 Maret 2026 | 08:03

Krisis Energi Kuba: Blokade Minyak AS Picu Pemadaman Listrik Nasional

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:45

Festival 1000 Berkah: Dari Sampah Plastik Menjadi Paket Pangan untuk Sesama

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:35

Ancaman Inflasi Global Tekan Harga Emas Dunia ke Bawah Level 5.000 Dolar AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:22

Pasar Eropa Bangkit dari Tekanan, STOXX 600 Ditutup Hijau

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:07

Melawan atau Hanyut dalam Tekanan

Selasa, 17 Maret 2026 | 06:43

Negara Harus Petakan Pola Serangan KKB di Papua Demi Lindungi Warga

Selasa, 17 Maret 2026 | 06:23

Pedro Sanchez Warisi Politik Bebas Aktif Bung Karno

Selasa, 17 Maret 2026 | 05:59

TNI AL Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Pesisir Tangerang

Selasa, 17 Maret 2026 | 05:45

SPPG IFSR Gelar Program Makan Berbuka Gratis Tanpa APBN

Selasa, 17 Maret 2026 | 05:22

Selengkapnya