Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Anak Buahnya Ditangkap KPK, Momentum Jokowi Rombak Kabinetnya

SENIN, 07 DESEMBER 2020 | 05:22 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) yang menimpa dua menterinya seharusnya menjadi momentum bagi Presiden Joko Widodo untuk merombak total kabinetnya.

Demikian pandangan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (7/12).

Mengacu data IPO, dua menteri yang terjaring OTT KPK Edhy Prabowo dan Juliari Batubara merupakan nama yang dianggap layak diganti.


"Presiden semestinya membaca situasi ini sebagai momentum reshufle, bahkan data IPO sebelumnya menunjukkan Edhy Prabowo dan Juliari Batubara dianggap layak diganti," demikian kata Dedi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (7/12).

Menurut Dedi, ada beberapa dampak positif bagi Kepala Pemerintahan itu jika segera melakukan reshuffle.

Pertama, Ia akan dinilai sebagai pemimpin yang benar-benar komitmen pada upaya negara memberantas tindak pidana korupsi.

Kedua, peristiwa OTT KPK yang menjaring dua menteri partai terbesar pertama dan kedua itu akan menjadi alat tekan pada koalisi agar tidak melakukan intervensi saat menyusun formasi kabinet.

"Reshuffle akan menjadi momentum presiden untuk berdaya tawar tinggi di atas Parpol koalisi, terutama PDIP dan Gerindra, karena terbukti dua Parpol ini telah mencemarkan nama baik Presiden dengan tindakan korupsi," demikian kata Dedi.

Menteri KKP Edhy Prabowo menjadi tersangka KPK karena diduga menerima suap atas kebijakannya mengeluarkan izin ekspor bibit lobster (benur).

Terbaru Menteri Sosial Juliari Peter Batubara tersangkut korupsi usai anak buahnya terjaring OTT KPK.

Politisi PDIP itu diduga memotong anggaran Rp 10 ribu dari total jatah Rp 300 ribu bantuan sosial (Bansos) bagi warga miskin. Tak kurang uang yang diduga mengalir ke Juliari adalah sebesar Rp 17 miliar.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya