Berita

Nicolas Maduro menyambut pengamat asing jelang pemilu legislatif dengan tangan terbuka/Net

Dunia

Nicolas Maduro Sambut Pengamat Asing Jelang Pemilu Dengan Tangan Terbuka

MINGGU, 06 DESEMBER 2020 | 21:07 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Venezuela semakin menegaskan komitmennya akan demokrasi. Hal itu tercermin dari pemilu legislatif yang digelar pada akhir pekan ini.

Jelang pelaksanaan pemilu, Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyambut kedatangan sejumlah delegasi dan pengamat asing yang akan. ikut memantau pelaksanaan pemilu tersebut.

Pada Sabtu (5/12) Maduro bertemu dengan delegasi pengamat dari Rusia, Iran dan Turki. Dia juga bertemu dengan mantan presiden Bolivia, Evo Morales, yang mengepalai tim pengamat Bolivia.


Melalui akun Twitternya, Maduro bertermakasih kepada pengamat asing yang datang ke negara itu untuk memantau proses pemilihan.

"Saya sangat berterima kasih atas masalah yang Anda hadapi untuk memantau pemilihan penting," tulis Maduro, seperti dikabarkan Press TV.

Diketahui bahwa dalam pemilu legislatif kali ini, lebih dari 20 juta warga Venezuela memiliki hak suara untuk memilih anggota legislatif baru yang akan duduk di kursi Majelis Nasional. Di sisi lain, ada lebih dari 14 ribu calon anggota legislatif akan memperebutkan 277 kursi legislatif dalam pemilu kali ini.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya