Berita

Rocky Grung/Repro

Politik

Di Mata Rocky Gerung, Pilkada 2020 Terburuk

SABTU, 05 DESEMBER 2020 | 03:27 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pelaksanaan Pilkada Serentak 9 Desember 2020 merupakan Pilkada terburuk yang pernah digelar di Indonesia.

Pasalnya, majalah berita dan peristiwa internasional, The Economist merilis bahwa Indonesia masuk dalam pusaran politik keluarga.

Demikian disampaikan Pengamat Politik Rocky Gerung saat menjadi narasumber dalam acara diskusi daring Indonesia Leaders Talk bertajuk "Membedah Nilai Strategis Pilkada 2020" Jumat malam (4/12).  


"Ini Pilkada terburuk. Karena ada intervensi. Dan itu yang menyebabkan apa yang terjadi di Medan dan di Solo, bukan sekadar diberitakan oleh sosmed di Indonesia. Tapi di pantau oleh majalah dunia The Economist itu judulnya mengerikan bahwa Indonesia disebut ada dalam politik keluarga," ujar Rocky Gerung.

Menurut Rocky, majalah The Economist telah menjadi rujukan dunia dalam konteks indeks demokrasi karena satu dan lain hal. Sebab faktanya, jika Indonesia disebut tengah berada dalam pusaran politik keluarga maka demokrasi Indonesia memang buruk adanya.

"Jadi, buat ukuran apapun di dunia kalau The Economies bilang Indonesia memburuk di dalam demokrasi karena ada politik keluarga. Itu pertanda bahwa ini Pilkada terburuk di era Presiden Jokowi," tandasnya.

Pilkada 2020 di Kota Solo dan Medan memang menyita perhatian banyak pihak. Pasalnya, pelaksana Pilkada di dua kota tersebut, di Solo kandidatnya putera sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka. Sedangkan di Medan, ada menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya