Berita

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto/Net

Suluh

Prabowo Berjuang Di Zona Nyaman

JUMAT, 04 DESEMBER 2020 | 10:55 WIB | OLEH: RUSLAN TAMBAK

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hingga saat ini belum bersuara langsung terkait penangkapan dan status tersangka yang disandang orang dekatnya Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Di kabinet Joko Widodo-Maruf Amin, Gerindra dapat dua jatah menteri, yaitu Menteri Pertahanan yang duduki Prabowo, dan Menteri KPP yang dipercaya Prabowo kepada Edhy.

Banyak dugaan kenapa Prabowo tidak bicara langsung. Ada yang mengatakan, Prabowo belum bisa menerima sikap Edhy yang dikadernya dari bawah.


Ada juga yang menilai, Prabowo masih kesal dan marah terhadap kelakuan Edhy.

Alasan lain, Prabowo masih mendalami kenapa Edhy "diterget".

Mantan Danjen Kopassus itu masih terus mengamati apakah ada yang melakukan "operasi" terhadap Gerindra.

Tapi apapun itu alasan itu, Prabowo pasti menunggu keputusan Presiden Jokowi. Apakah Menteri KKP masih menjadi jatah Gerindra, atau akan diserahkan kepada orang lain, bisa partai dan profesional.

Adapun Prabowo diyakini akan "timbul dan tenggelam" bersama Jokowi. Dia akan tetap berada di kabinet, tidak akan minggat.

Berjuang di zona nyaman adalah pilihan yang tepat saat ini. Karena kembali jadi oposisi pun, belum tentu juga dipercaya rakyat.

Prabowo mungkin masih berbaik sangka kepada Jokowi. Jatah kursi menteri tidak akan dikurangi, mengingat Gerindra adalah partai terbesar kedua setelah PDI Perjuangan.

Adapun untuk kepentingan Jokowi dalam menjaga stabilitas rezim, Menteri KKP seperti memang masih diserahkan ke Gerindra.

Lalu siapa yang akan ditunjuk Prabowo menggantikan Edhy? Soal nama tidak perlu khawatir. Gerindra punya stok banyak.

Yang sudah muncul ke permukaan, ada nama Sandiaga Uno, Sufmi Dasco Ahmad, Fadli Zon dan Ahmad Muzani.

Lalu bagaimana masa depan Prabowo pasca penangkapan Edhy, ya masih panjang. Penangkapan Edhy tidak terlalu siknifikan terhadap Prabowo.

Syaratnya Jokowi lolos sampai 2024, dan Prabowo tetap ada dalam kabinet. Sembari, Gerindra terus memperbaiki citra partai.

Syarat lain, Prabowo dan Gerindra mampu menggandeng tokoh yang dipercaya rakyat seperti Anies Baswedan.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Jokowi Jadikan PSI Kendaraan Politik demi Melanggengkan Dinasti

Senin, 02 Februari 2026 | 10:15

IHSG "Kebakaran", Sempat Anjlok Hingga 5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:49

Ketegangan Iran-AS Reda, Harga Minyak Turun Hampir 3 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:47

Tekanan Pasar Modal Berlanjut, IHSG Dibuka Anjlok Pagi Ini

Senin, 02 Februari 2026 | 09:37

Serang Pengungsi Gaza, Israel Harus Dikeluarkan dari Board of Peace

Senin, 02 Februari 2026 | 09:27

BPKN Soroti Risiko Goreng Saham di Tengah Lonjakan Jumlah Emiten dan Investor

Senin, 02 Februari 2026 | 09:25

Komitmen Prabowo di Sektor Pendidikan Tak Perlu Diragukan

Senin, 02 Februari 2026 | 09:14

Menjaga Polri di Bawah Presiden: Ikhtiar Kapolri Merawat Demokrasi

Senin, 02 Februari 2026 | 09:13

Emas Melandai Saat Sosok Kevin Warsh Mulai Bayangi Kebijakan The Fed

Senin, 02 Februari 2026 | 09:07

Nikkei Positif Saat Bursa Asia Dibuka Melemah

Senin, 02 Februari 2026 | 08:49

Selengkapnya