Berita

Hersubeno Arief/Repro

Politik

Begini Bacaan Hersubeno Arief Soal Peta Koalisi Pilpres 2024

KAMIS, 03 DESEMBER 2020 | 20:55 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Peta politik koalisi pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2024 sudah diprediksi paska ditangkap tangannya kader kesayangan Prabowo Subianto, Edhy Prabowo.

Wartawan senior Hersubeno Arief justru mengatakan, peta politik di Indonesia tidak bisa diramalkan jauh-jauh hari.

Diuraikan Hersu -sapaan akrabnya- Indonesia memiliki sistem politik yang terlalu cair, berbeda dengan politik di Amerika Serikat.


“Di Indonesia itu kita kadang-kadang bingung, ikut antara partai agama, partai nasionalis, ada juga yang nyebut masionalis religius dan sebagainya,” ucap Hersubeno dalam acara diskusi virtual Tanya Jawab Cak Ulung, bertajuk "Kemesraan Prabowo-Jokowi Segera Berlalu?", Kamis (3/12).

Pemerhati politik ini mencontohkan ada parpol yang mengatasnamakan parpol nasionalis namun memiliki sayap organisasi yang cenderung mengangkat isu agama.

Hersu menambahkan, ada pula partai politik yang menyatakan partai agama tetapi juga menggunakan isu nasionalis.

“Seperti PDIP itu punya Baitul Muslimin, jadi sebenarnya kita bingung membaca platform Indoesia itu seperti apa? Mungkin satu-satunya yang bisa kita sebut yang deklare Islam katakanlah misalnya PKS. Tapi ketika PKS berkoalisi di daerah-daerah yang dengan PDIP,” katanya.

Sehingga, jika menelisik peta politik untuk tahun 2024 saat ini menurutnya agak terlalu dini lantaran sulit memprediksi parpol ke depan di Indonesia.

“Jadi saya agak sulit untuk membaca peta politik di Indonesia terlampau cepat saat ini, nanti beberapa waktu jangka pendek kita bisa melihat seperti apa petanya,” tandasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya