Berita

Jaksa Agung, ST. Burhanuddin/Net

Hukum

Jaksa Agung Berharap Pers Bantu Perangi Fitnah

KAMIS, 03 DESEMBER 2020 | 16:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kehadiran pers dibutuhkan oleh kejaksaan dalam memerangi berbagai macam informasi yang tidak tepat, fitnah, dan ujaran kebencian. Termasuk untuk meluruskan misinformasi yang menyerang dan mendeskreditkan institusi kejaksaan.

Jaksa Agung, ST. Burhanuddin menjelaskan bahwa serangan tersebut acapkali memperlemah penegakan hukum dan berujung kepada menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap kejaksaan.

“Saya berharap media dapat membantu kejaksaan dalam proses penegakan hukum dengan menyampaikan informasi yang benar dan akurat, meminimalisir pemberitaan negatif, serta dapat membantu meningkatkan public trust kepada kejaksaan,” harapnya kepada wartawan, Kamis (3/12).


Burhanuddin mengingatkan bahwa kejaksaan dan pers sudah punya jalinan sinergitas secara formal yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Dewan Pers dengan Kejaksaan pada tanggal 9 Februari 2019 tentang Koordinasi Dalam Mendukung Penegakan Hukum, Perlindungan Kemerdekaan Pers, dan Peningkatan Kesadaran Hukum Masyarakat, serta Peningkatan Sumber Daya Manusia.

Nota kesepahaman tersebut bertujuan untuk terwujudnya penegakan hukum dan perlindungan kemerdekaan pers yang berimbang, akurat, tidak beritikad buruk, berkeadilan, dan menghormati supremasi hukum, serta peningkatan kesadaran hukum masyarakat.

"Saya berharap ini dapat ditindaklanjuti dengan berbagai macam kegiatan dan program untuk membangun dan meningkatkan sinergisitas kita bersama," tegasnya.

Kepada institusi kejaksaan, Burhanuddin mendorong agar bisa menyajikan informasi dengan akurasi data dan kecepatan yang bisa mengimbangi kebutuhan awak media. Sehingga pemberitaan yang muncul tidak terhadi kesalahan data dan narasi yang dapat mempengaruhi perspektif masyarakat terhadap kejaksaan.

“Pada dasarnya kejaksaan tidak anti berita negatif sepanjang pemberitaan tersebut didasarkan pada data dan fakta,” demikian Burhanuddin.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya