Berita

Foto/Net

Kesehatan

Mengacu Standar WHO, IDAI Usul Ke Pemerintah Terapkan PJJ Bukan Tatap Muka

RABU, 02 DESEMBER 2020 | 12:28 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Keputusan pemerintah membuka akses belajar secara tatap muka di sekolah tidak disepakati Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Dalam siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, IDAI memberikan pertimbangan menunda proses belajar tatap muka dengan mengacu standar Lembaga Kesehatan Dunia (WHO).

"Menimbang dan memperhatikan panduan dari World Health Organization (WHO), Publikasi ilmiah, publikasi di media dan data Covid-19 di Indonesia maka saat ini IDAI memandang bahwa pembelajaran melalui sistem jarak jauh (PJJ) lebih aman," tulis rilis IDAI yang dikutip Rabu (2/12).


Tolak ukur dari proses pembelajaran tatap muka yang aman Covid-19, dijelaskan IDAI, memastikan penerapan protokol kesehatan diterapkan dengan baik oleh peserta didik hingga civitas akademika disemua jenjang pendidikan.

"Bahkan, pada kelompok anak yang tinggal di sekolah berasrama, peran keluarga sebagai komunitas terdekat anak terbagi antara keluarga di rumah dengan lingkungan sekolah dan asrama, sehingga penting bagi pihak penyelenggara sekolah untuk memastikan," terang IDAI.

Jika pun pembelajaran tatap muka akan tetap berjalan mulai tahun depan, IDAI meminta seluruh pemangku kebijakan dan semua pihak yang terlibata dalam proses pembelajaran untuk displin menerapkan 3M. Yaitu, mengenakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan.

"Sebaiknya dilakukan pengaturan keluar masuk lingkungan sekolah dengan tujuan meminimalkan risiko penyebaran penyakit. Keputusan membuka sekolah untuk memulai kegiatan tatap muka dapat berbeda-beda dari satu daerah dengan daerah lainnya di Indonesia, karena dipengaruhi berbagai faktor," jelasnya.

"Namun demikian, sedapatnya keputusan membuka dan menutup kembali sekolah dalam waktu singkat dihindari, karena berdampak pada rutinitas keseharian anak dan keluarga," demikian IDAI.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Wall Street Kompak Hijau Berkat Lonjakan Saham AI

Selasa, 17 Maret 2026 | 08:03

Krisis Energi Kuba: Blokade Minyak AS Picu Pemadaman Listrik Nasional

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:45

Festival 1000 Berkah: Dari Sampah Plastik Menjadi Paket Pangan untuk Sesama

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:35

Ancaman Inflasi Global Tekan Harga Emas Dunia ke Bawah Level 5.000 Dolar AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:22

Pasar Eropa Bangkit dari Tekanan, STOXX 600 Ditutup Hijau

Selasa, 17 Maret 2026 | 07:07

Melawan atau Hanyut dalam Tekanan

Selasa, 17 Maret 2026 | 06:43

Negara Harus Petakan Pola Serangan KKB di Papua Demi Lindungi Warga

Selasa, 17 Maret 2026 | 06:23

Pedro Sanchez Warisi Politik Bebas Aktif Bung Karno

Selasa, 17 Maret 2026 | 05:59

TNI AL Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Pesisir Tangerang

Selasa, 17 Maret 2026 | 05:45

SPPG IFSR Gelar Program Makan Berbuka Gratis Tanpa APBN

Selasa, 17 Maret 2026 | 05:22

Selengkapnya