Berita

Donald Trump dan Brian Kemp/Net

Dahlan Iskan

Dapil Khianat

SELASA, 01 DESEMBER 2020 | 05:22 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

"SAYA menyesal mendukungnya dulu," ujar Presiden Donald Trump. Ia kecewa ketika Gubernur Georgia "yang justru dari Partai Republik" mengumumkan kemenangan Joe Biden di negara bagian itu.

"Ia tidak berbuat apa-apa untuk saya," ujar Trump. "Memalukan," tambahnya.

Memang, Trump, dulu, mendukung Brian Kemp di Pilgub yang lalu. Seharusnya, menurut Trump, Kemp membongkar kecurangan Pilpres di Georgia. "Ia justru tidak berbuat apa-apa. Memalukan," ujar Trump di Foxnews.


Tapi bisa apa Kemp. Ia merasa Pilpres ini berjalan tanpa kecurangan. "Trump, dengan pernyataannya itu, seperti telah melemparkan saya ke bawah bus," katanya.

Trump memang kalah sangat tipis di Georgia "pusatnya Coca Cola dan CNN itu. Hanya kalah 0,3 persen. Sekitar 13.000 suara.

Sesuai dengan hukum di negara bagian itu "selisih tidak sampai 0,5 persen" otomatis dilakukan penghitungan ulang. Tapi tidak bisa segera. Terhalang liburan besar hari raya kalkun: Thanksgiving.

Maka hitung ulang itu baru dimulai Senin kemarin. Padahal 5 juta lebih suara yang harus dihitung. Harus selesai besok, 1 Desember 2020. Mungkin saja bisa selesai. Penghitungan ulang ini menggunakan mesin.

Apa pun hasilnya tidak akan berpengaruh bagi kemenangan Biden. Hitung-ulang di negara bagian Wisconsin sudah selesai. Pakai tangan. Hasilnya: justru Biden dapat tambahan 87 suara. Itulah tambahan suara yang harganya sangat mahal. Untuk minta hitung-ulang itu Trump harus membayar sekitar Rp 50 miliar. Sebagai biaya honor petugas hitung-ulang. Dan biaya lainnya. Kalau panitia tidak bisa menghabiskan sisa uang itu akan dikembalikan ke Trump.

Di Milwaukee, kota terbesar di Wisconsin, sebenarnya Biden justru dapat tambahan 132 suara. Padahal kota ini yang paling dicurigai Trump. Di kota kecil Dane, dekat Madison, Trump memang dapat tambahan 45 suara. Tapi kalau ditotal tetap mengecewakannya luar-dalam.

Hitung-ulang pun gagal. Menghadang sertifikasi hasil Pilpres juga gagal. Menggugat di pengadilan-pengadilan negara bagian gagal juga.

Tapi Trump masih akan menggunakan senjata terakhir: menggugat ke Mahkamah Agung.

Yang akan ia persoalkan adalah: status surat suara yang dikirim lewat pos itu. Ia ingin suara itu tidak sah. Pemungutan suara dengan cara itu ilegal. Hanya jadi sarang kecurangan Pilpres.

Di MA mungkin Trump akan mengandalkan suara kelima dari hakim agung baru itu. Pilihannya itu: Amy Coney Barrett.

Kelihatannya, di gugatan ini, Trump tidak harus buru-buru mengajukannya. Harus dipikir benar-benar. Agar bisa happy ending. Setidaknya di citra. Selama ini para pengacara Trump justru dinilai hanya membuat sang presiden kelihatan "kacau".

Maka kali ini tidak harus buru-buru. Apakah mungkin bisa dipaksakan  sebelum tanggal 14 Desember 2020. Kalau pun bisa kan MA-nya masih harus bersidang.

Tanggal 14 Desember itu memang masih 2 minggu lagi. Di tanggal 14 Desember itulah tiap negara bagian mengadakan sidang khusus. Biasanya dilakukan di gedung Gubernuran. Bisa juga di salah satu gedung pemerintah daerah.

Sidang itu dihadiri oleh para utusan yang memenangkan dapil masing-masing. Utusan itu ditentukan oleh pengurus partai setempat.

Di negara bagian California atau New York atau Pennsylvania sidang itu bisa cukup ramai. Peserta sidangnya sebanyak dapil. Tapi di negara bagian seperti Montana atau Wyoming yang perlu hadir hanya tiga orang karena hanya ada tiga dapil di situ.

Sidang itu dipimpin Gubernur setempat atau siapa saja yang ditugaskan oleh gubernur.

Di negara bagian yang  besar utusan partai itu bisa saja orang terkenal. Presiden Bill Clinton pernah jadi utusan di New York. Yakni ketika istrinya memenangkan Pilpres di situ tahun 2016. Tanggal 14 Desember nanti Hillary Clinton akan jadi utusan di New York. Untuk memastikan Biden ­"yang sudah menang itu" terpilih sebagai presiden.

Hasil pemungutan suara di semua negara bagian itu lantas dikirim ke Kongres. Di Kongres-lah pemungutan suara antar-dapil itu dihitung.

Presiden yang harus memimpin penghitungan suara itu. Tapi kali ini tampaknya akan dipimpin Wapres Mike Pence.

Penghitungan suara itu selalu dimulai dari negara bagian Alabama "dimulai dari huruf "a". Sesuai dengan urutan abjad.

Sebenarnya ada negara bagian lain yang juga dimulai dengan huruf "a". Pun huruf keduanya juga "l". Bahkan huruf ketiganya juga "a". Negara bagian itu kalah abjad di huruf ke empat.

Anda sudah tahu negara bagian apa itu. Dan lagi semua itu tidak penting. Belum pernah ada dapil yang berkhianat.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya