Berita

Gus Nabil/Net

Pertahanan

Gus Nabil PDIP Minta Polisi Terbuka Soal Insiden Pembunuhan Di Sigi

SABTU, 28 NOVEMBER 2020 | 22:21 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Aparat kepolisian diminta segera memberikan informasi kepada publik terkait insiden kekerasan di di Lewonu, Lembantongoa, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.

Anggota Komisi X DPR RI, Muchamad Nabil Haroen mengatakan aparat kepolisian harus tegas dan bergerak cepat dalam mengungkap peristia keji ini.

Polisi, kata Gus Nabil -sapaan akrabnya- harus mengusut tuntas sampai kepada aktor dibalik kekerasan yang berujung memamkan korban jiwa.


"Harus diusut tuntas hingga jelas dan terang benderang, siapa dalang di balik peristiwa keji ini," demikian kata Gus Nabil saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (28/11).

Terkait dengan sinyalemen keterlibatan Jaringan Mujahidin Indonesia Timur Poso, Politisi PDIP ini berharap pihak kepolisian memberikan informasi secara terbuka pada publik.

Pria yang juga Ketua Umum Pagar Nusa NU ini mengatakan bahwa pergerakan teroris masih belum selesai.

Ia meminta ada upaya serius dari pemerintah untuk mengantisipasi segala potensi kerawanan yang diakibatkan tindakan para teroris.

"Jangan sampai situasi menjadi keruh, hingga menyebabkan chaos. Kita butuh situasi stabil agar Indonesia kembali bangkit, terlebih di masa pandemi ini," demikian kata Gus Nabil.

Telah terjadi kekerasan di Kabupaten Sigi, Sulawesi tengah dan memakan korban jiwa sekeluarga pada Jumat (27/11).

Bahkan beredar di media sosial, selain pembunuhan, terjadi pembakaran gereja.

Meski demikian aparat kepolisan membantah telah terjadi pembakaran Gereja dan pembunuhan sekeluarga.

Polisi memastikan yang dibakar hanyalah rumah warga yang biasaya digunakan untuk pelayanan umat. Sedangkan korban jiwa tidak dalam satu keluarga tetapi terdiri dari beberapa tempat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya