Berita

Dedi Kurnia Syah/Net

Nusantara

Tim Sukses Dan Kerabat Dilibatkan Jadi Tim Pembangunan, Dedi Kurnia: Ridwan Kamil Praktikkan Nepotisme

SABTU, 28 NOVEMBER 2020 | 20:39 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Gubernur Jawa Barat dinilai telah mempraktikan nepotisme dalam pembentukan Tim Akselerasi Pembangunan (TAP) oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil kini menjadi sorotan publik.

Praktik nepotisme itu karena di dalam TAP di dalamnya melibatkan mantan tim sukses (timses) Pilgub tahun 2018, adik kandung, dan sepupunya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah menyebutkan bahwa apa yang dilakukan Ridwan Kamil merupakan praktik nepotisme.


Dedi menilai wajar jika publik mengkritisi keputusan mantan Wali Kota Bandung itu.

Dedi bahkan menyitir adagium politik Lord Acton, “power tends to corrupt and absolute power corrupt absolutely”.

"Tentu sangat disayangkan karena potensi korupsi menguat," ungkap Dedi seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJabar, Sabtu (28/11).

Dalam analisa Dedi, akselerasi pembangunan daerah seharusnya sudah cukup memaksimalkan pendayagunaan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dengan kemunculan TAP, Dedi melihat bahwa Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil menunjukkan kegagalannya dalam mengelola tata kelola pemerintahan yang efisien.

"Dengan membuat tim baru menunjukkan RK gagal lakukan pemerintahan efisien," tuturnya.

Atas dasar itulah, Dedi menyarankan pada wakil rakyat di DPRD Provinsi Jabar agar bertindak tegas dengan mengawal dan mengawasi kebijakan Gubernur.

Tujuannya, untuk mengantisipasi praktik kesewenangan.

"Tergantung DPRD, karena mereka yang lakukan pengawasan. Kalau dari sisi politik birokrasi, semestinya tidak perlu ada. Dan jauh lebih penting, perlu dilakukan audit," tukasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya