Berita

dr. Deasi Anggraini dalam acara Bincang Sehat/RMOL

Kesehatan

Masyarakat Yang Kehilangan Kemampuan Mencium Bau Disarankan Melakukan Swab Test Covid-19

JUMAT, 27 NOVEMBER 2020 | 16:17 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kehilangan kemampuan mencium bau dimungkinkan menjadi salah satu ciri seseorang terinfeksi Covid-19.

Dokter Spesialis THT Rumah Sakit Umum (RSU) Persahabatan Jakarta, dr. Deasi Anggraini menjelaskan, seseorang yang mengalami gangguan penciuman dalam dunia medis disebut Anosmia.

Deasi menyebutan, munculnya gejala Anosmia dalam kondisi Covid-19 sekarang ini perlu diantisipasi masyarakat. Sebab, bukan tidak mungkin gejala tersebut adalah satu ciri seseorang terinfeksi virus asl Wuhan, China tersebut.


"Jika mengalami ganguan penciuman (Anosmia) secara sadar atau tidak secara tiba-tiba, kalau bisa lakukan tes PCR," ujar Deasi dalam acara Bincang Sehat virtual Kantor Berita Politik RMOL bertajuk "Kenali Covid-19 Lewat Gangguan Penciuman", Jumat (27/11).

Adapun, Deasi menyarankan cara lain untuk masyarakat yang mengalami gejala Anosmia. Yaitu melakukan isolasi mandiri di rumah selama 7-14 hari, guna mencegah penlaran dan penyebaran Covid-19.

Selain itu, Deasi juga menyarankan masyarakat yang Anosmia untuk mendeteksi secara mandiri mengenai gejala Anosmia ini.

"Karena ada yang sering tidak menyadari dirinya Anosmia. Nah, di era pandemi ini bisa mendeteksi di rumah dnegan mencium minyak kayu putih, lemon, atau benda-benda lain yang punya aroma kuat," ungkapnya.

Jika diketahui ada gejala Anosmia, atau tidak bisa mencium aroma, maka langkah uatama yang bisa dilakukan masyarakat adalah mealkukan cuci hidung.

Sebagai contoh, Deasi menceritakan pengalaman salah seorang mahasiswa kedokteran yang magang di RSUP Persahabatan. Di mana mahasiswa tersebut tidak memiliki gejala Covid-19 pada umumny, seperti sesak nafas, demam, batuk dan pilek.

Akan tetapi, mahasiswa yang positif Covid-19 tersebut merasa kehilangan penciuman, dan akhirnya melakukan terapi cuci hidung untuk meminimalisir penularan.

"Ada mahasiswa kedokteran positif. Dia cuci hidung, dan alhamdulillah mencegah terjadinya penularan di keluarganya," demikian Deasi Anggraini.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya