Berita

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo/Repro

Politik

Gatot Nurmantyo: Tolong Pisahkan, Yang Dilakukan Pangdam Jaya Tidak Mewakili TNI Seluruhnya

KAMIS, 26 NOVEMBER 2020 | 17:15 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Salah satu doktrin TNI tentang Sishankamrata (Sistem Pertahanan dan Kemanan Rakyat Semesta) sejatinya pasti dipegang teguh oleh setiap prajurit TNI.

Sehingga jika ada yang melanggar Sishankamrata maka dia bukan mewakili TNI.

Demikian disampaikan Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menyikapi insiden pencopotan baliho pimpinan ormas FPI Habib Rizieq Shihab di sejumlah titik beberapa waktu lalu.


"Prajurit TNI punya sumpah prajurit, setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, tunduk kepada hukum dan teguh disiplin keprajuritan. Taat kepada atasan dengan tidak melanggar perintah dan putusan," tegasnya saat jumpa pers daring acara Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), pada Kamis (26/11).

"Yang jelas perlu saya sampaikan bahwa doktrin TNI Sishankamrata. Sehingga apa yang disampaikan oleh siapapun juga. Kalau melanggar itu dia bukan mewakili TNI," imbuh Gatot.

Gatot lantas menyinggung pernyataan Pangdam Jaya yang sempat menyebut FPI bisa saja dibubarkan karena satu dan lain hal.

Menurut Gatot, TNI dan FPI tidak mungkin bermusuhan karena orang-orang FPI adalah warga negara Indonesia juga.

"Apapun keputusannya TNI tidak mungkin bermusuhan dengan FPI. Apa latar belakangannya? FPI maupun Habib Rizieq mereka adalah warga negara yang dilindungi hukum dan tidak cacat hukum," tegas Gatot yang juga Presidium KAMI ini.

"Kecuali disampaikan FPI esktrem kanan yang dilarang di Indonesia, nah itu baru bermusuhan. Kalau tidak, tidak ada alasan!" imbuhnya menegaskan.

Atas dasar itu, Gatot menyebut TNI sangat membutuhkan rakyat karena TNI berasal dari rakyat Indonesia.

Bukan justru menggunakan Panser untuk menurunkan baliho disejumlah titik di Jakarta beberapa waktu lalu.

"Jangan membawa nama TNI dengan kejadian yang dilakukan Pangdam Jaya dengan menurunkan baliho menggunakan Panser," kata Gatot.

"TNI masih seperti dulu, rakyat adalah ibu kandungnya dan TNI perlu rakyat. Karena untuk mempertahankan NKRI adalah kebersamaan rakyat dengan TNI yang sama-sama berjuang mengamankan bangsa ini bersama-sama," sambungnya.

"Jadi, saya ulangi, tolong pisahkan apa yang dilakukan Pangdam Jaya itu tidak mewakili TNI seluruhnya," kata Gatot lagi menekankan.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya