Berita

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne/Net

Dunia

Menlu Australia Konfirmasi Pembebasan Kylie Moore-Gilbert Dari penjara Iran

KAMIS, 26 NOVEMBER 2020 | 13:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne telah mengkonfirmasi bahwa Iran telah membebaskan akademisi Australia Kylie Moore-Gilbert, yang telah ditahan selama kurang lebih dua tahun karena tuduhan mata-mata.

“Saya sangat senang dan lega mengumumkan bahwa Kylie Moore-Gilbert telah dibebaskan dari tahanan di Iran dan akan segera dipersatukan kembali dengan keluarganya,” katanya dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari 9News, Kamis (26/11)

Menteri luar negeri tidak mengomentari laporan TV pemerintah Iran bahwa pembebasan warga Australia itu setelah lebih dari dua tahun penjara adalah bagian dari pertukaran untuk tiga orang Iran yang ditahan di luar negeri.


Perdana Menteri Scott Morrison juga mengatakan dia berbicara dengan Dr Moore-Gilbert beberapa waktu yang lalu setelah pembebasannya.

Senator Payne mengatakan pembebasan Dr Moore-Gilbert telah menjadi prioritas mutlak bagi Pemerintah Federal.

“Pemerintah Australia secara konsisten menolak alasan Pemerintah Iran menangkap, menahan dan menghukum Dr Moore-Gilbert. Kami terus melakukannya,” katanya.

Payne mengatakan pembebasan warga Australia itu dicapai melalui negosiasi dengan para pejabat Iran.

“Dalam konsultasi penuh dengan keluarganya, pembebasan Dr Moore-Gilbert dicapai melalui keterlibatan diplomatik dengan Pemerintah Iran,” ungkapnya.

Dr Moore-Gilbert adalah dosen Universitas Melbourne untuk studi Timur Tengah ketika dia dikirim ke Penjara Evin Teheran pada September 2018 dan dijatuhi hukuman 10 tahun. Dia adalah salah satu dari beberapa orang Barat yang ditahan di Iran atas tuduhan spionase yang dikritik secara internasional yang menurut keluarga dan kelompok hak asasi mereka tidak berdasar.

Laporan TV pemerintah tidak memberikan rincian lebih lanjut pagi ini selain mengatakan bahwa tiga orang Iran yang dibebaskan dalam pertukaran tersebut telah ditahan karena mencoba untuk melewati sanksi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

Bakamla Kirim KN. Singa Laut-402 untuk Misi Kemanusiaan ke Siau

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:40

Intelektual Muda NU: Pelapor Pandji ke Polisi Khianati Tradisi Humor Gus Dur

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:22

Gilgamesh dan Global Antropogenik

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:59

Alat Berat Tiba di Aceh

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:45

Program Jatim Agro Sukses Sejahterakan Petani dan Peternak

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:22

Panglima TNI Terima Penganugerahan DSO dari Presiden Singapura

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:59

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Mengawal Titiek Soeharto

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:25

Intelektual Muda NU Pertanyakan Ke-NU-an Pelapor Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:59

Penampilan TNI di Pakistan Day Siap Perkuat Diplomasi Pertahanan

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:42

Selengkapnya