Berita

Ketua GNPF Ulama Binjai, Ustaz Sani Abdul Fatah/RMOLSumut

Politik

Ustaz Sani: Spanduk Penolakan HRS Bisa Picu Konflik Di Sumut

SELASA, 24 NOVEMBER 2020 | 14:34 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kemunculan spanduk-spanduk berisi penolakan kehadiran Habib Rizieq Shihab di Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan, dinilai sangat provokatif dan berpotensi memicu konflik.

Sebab, dipastikan tidak semua masyarakat di Sumatera Utara menolak kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu.

"Habib Rizieq juga punya pendukung di sini, tentu spanduk-spanduk menolak kedatangannya dengan berbagai tudingan provokatif akan sangat melukai mereka," kata Ketua GNPF Ulama Binjai, Ustaz Sani Abdul Fatah, Selasa (24/11).


Terbaru, kata Sani, ia sangat menyayangkan munculnya kelompok ibu-ibu yang menamakan diri Majelis Talim yang juga ikut membuat video penolakan kedatangan HRS di Sumatera Utara.

Menurutnya, tindakan tersebut merupakan hal yang tidak perlu. Karena hanya akan memunculkan perpecahan di kalangan umat Islam sendiri.

"Untungnya masih banyak umat Islam di antaranya pendukung HRS dan para laskar Islam yang sigap menurunkan dan mencopot spanduk-spanduk tersebut," sebutnya, dikutip Kantor Berita RMOLSumut.

Sani berharap aksi-aksi provokatif dari pihak yang tidak menyukai HRS agar dihentikan. Sebab, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi pertaruhan dari munculnya aksi mereka tersebut.

"Kalau misalnya kelompok pendukung HRS dan mereka bertemu di lapangan, tentu bisa jadi persoalan," demikian Ustaz Sani.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya