Berita

Surat laporan tim hukum Cagub Sulteng Rusdy Mastura_Ma'mun Amir ke Bawaslu Provinsi Sulteng/Ist

Politik

Tim Hukum Rusdy-Ma'mun Laporkan Paslon 01 Hidayat-Bartho Terkait Kampanye Hitam

SENIN, 23 NOVEMBER 2020 | 20:42 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Tim Hukum Koalisi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Rusdy Mastura - Ma'mun Amir melaporkan pasangan nomor urut 1 Hidayat Lamakarate-Bartholomeus Tandigala atas dugaan kampanye hitam (black campaign).

Laporan tersebut dilayangkan terkait beredarnya sebuah selembaran yang bertuliskan Politik Harapan Palsu (PHP) di masyarakat. Dalam selebaran tersebut merincikan tentang teknis penggunaan Kartu Sulteng Sejahtera (KSS).

Ketua Tim Hukum Koalisi Rusdy - Ma'mun Adhy Mallewa mengatakan, hadirnya laporan kampanye hitam sebenarnya berawal dari aduan masyarakat. Khususnya bagi masyarakat yang tinggal di Kabupaten Parigi Moutong dan Donggala.


"Hari ini kita sudah secara resmi melayangkan melaporkan terkait kampanye hitam yang dilakukan pasangan Paslon 01 Hidayat - Bartho. Ini sudah tergolong kampanye hitam karena memuat informasi yang penuh dengan kebohongan," terang Adhy dalam keterangan tertulis, Senin (23/11).

Dia menjelaskan selebaran kampanye hitam yang beredar di masyarakat sudah sangat merugikan pasangan nomor urut 2. Pasalnya, baik Rusdy maupun Ma'mun Amir tak pernah menjelaskan rinci pelaksanaan KSS seperti yang ada dalam selebaran tersebut.

"Ini jelas - jelas sudah sangat merugikan pasangan yang kita usung. Informasi kebohongan dalam selebaran PHP sudang menyesatkan pemikiran masyarakat," terangnya.

Dia menjelaskan KSS dapat terlaksana bisa nanti Rusdy Mastura dan Ma'mun Amir sudah resmi terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng. Tentunya setelah melalui banyak diskusi tersendiri yang dihadiri baik dari eksekutif maupun legislatif.

Lebih lanjut dia menyebut pelaporan dilakukan karena telah merugikan dan mencemarkan nama baik paslon nomor urut 2 Rusdy - Ma'mun. Dia menyebut dugaan kampanye hitam yang dilakukan Hidayat - Bartho telah melanggar Pasal 69 huruf B dan C UU No 10/2016 tentang Pilkada dengan ancaman hukuman minimal 3 bulan maksimal 18 bulan penjara.

Adhy mengungkapkan telah menyiapkan bukti hingga saksi dan tim ahli yang siap memberikan keterangan terkait dugaan kampanye hitam. Saat ini, tambah dia, pihaknya pun menunggu 2 x 24 jam kajian dari Bawaslu Sultengn terkait laporannya.



Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya