Berita

Dunia

Pasukan Bersenjata Serang Masjid Di Nigeria, Lima Jamaah Tewas Dan 40 Diculik Termasuk Imam

SENIN, 23 NOVEMBER 2020 | 17:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sedikitnya ada lima jemaah tewas dan puluhan lainnya diculik ketika orang-orang bersenjata menyerang sebuah masjid di barat laut Nigeria.

Insiden serangan yang dilakukan oleh geng bersenjata itu terjadi di sebuah masjid di negara bagian Zamfara. Imam masjid termasuk di antara mereka yang dilaporkan diculik.

Muhammed Shehu, juru bicara Kepolisian Negara Bagian Zamfara, mengatakan bahwa pihak terkait telah mengirim pasukan keamanan telah ke wilayah itu, dan akan segera melakukan penyelidikan, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Senin (23/11).


Di bagian barat laut negara itu sesekali terjadi bentrokan antara penggembala suku Fulani, salah satu kelompok etnis terbesar yang tersebar luas di Afrika Barat, dan suku-suku tetangganya yang menetap.

Fulani, yang bermigrasi ke selatan untuk menggembalakan ternak mereka, mengklaim bahwa para petani telah mencoba mencuri hewan mereka dan menyerang orang-orangnya.

Kelompok bersenjata terkadang memanfaatkan konflik dan mengatur serangan.

Hampir 2.000 orang kehilangan nyawa di wilayah tersebut sementara ribuan lainnya mengungsi.

Menyusul penandatanganan perjanjian penghentian permusuhan oleh berbagai kelompok pada Agustus 2019, lebih dari 2.000 anggota meletakkan senjata mereka.

Zamfara merupakan sebuah negara bagian di Nigeria. Letaknya di bagian barat laut. Ibu kotanya ialah Gusau. Didirikan pada tahun 1996. Negara bagian ini memiliki luas wilayah 39.762 km². Dengan memiliki jumlah penduduk sebanyak 3.602.356 jiwa.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya