Berita

Antony Blinken/Net

Dunia

Orang Terdekat Biden Akan Ditunjuk Jadi Menteri Luar Negeri

SENIN, 23 NOVEMBER 2020 | 10:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah rencana Joe Biden yang akan mengumumkan susunan kabinetnya pada Selasa (24/11) esok waktu setempat, beredar kabar bahwa dia akan menunjuk penasihat lamanya Antony Blinken sebagai menteri luar negeri pilihannnya.

Seorang sekutu Biden, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan kepada Reuters bahwa Blinken adalah pilihan Biden yang paling mungkin untuk menjadi menteri luar negeri.

Selain itu, Jake Sullivan, yang sebelumnya merupakan salah satu pembantu terdekat Hillary Clinton, kemungkinan akan ditunjuk sebagai penasihat keamanan nasional Biden, menurut dua orang yang mengetahui masalah tersebut, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (23/11).


Kepala staf Gedung Putih pilihan Biden, Ron Klain, mengatakan pada Minggu (22/11) bahwa presiden terpilih akan membuat pengumuman Kabinet pertamanya pada hari Selasa, tetapi dia menolak untuk menentukan posisi mana yang akan diisi terlebih dahulu. Orang-orang yang mengetahui pemilihan Biden meminta untuk tidak disebutkan namanya karena dia belum membuat pengumuman.

Baik Sullivan, yang saat ini berusia 43 tahun, dan Blinken, 58 tahun, sama-sama pernah menjabat sebagai penasihat keamanan nasional Biden ketika dia menjadi wakil presiden.

Blinken telah dianggap sebagai salah satu kandidat terkemuka untuk menjalankan Departemen Luar Negeri. Setelah menjabat sebagai penasihat keamanan nasional wakil presiden, ia diangkat menjadi wakil menteri luar negeri di bawah Presiden Barack Obama.

Ketika Biden menjadi senator, Blinken menjabat sebagai direktur stafnya di Komite Hubungan Luar Negeri Senat sebelum pergi untuk mengerjakan kampanye presiden Biden tahun 2008. Blinken lulus dari Harvard dan dari Columbia Law School.

Setelah pemerintahan Obama berakhir, Blinken mendirikan WestExec Advisors , sebuah firma strategi politik, dengan pejabat Pentagon era Obama, Michele Flournoy.

Terpilihnya Blinken sebagai diplomat top Amerika mengisyaratkan tujuan Biden untuk menempatkan orang-orang berpengalaman di pos-pos kunci kabinet.

Biden bertemu dengan ahli pertahanan dan intelijen pada 17 November, termasuk Blinken dan orang lain yang bekerja untuk Obama ketika Biden menjadi wakil presiden. Dia mengumpulkan mereka bersama karena pemerintahan Trump telah memblokirnya untuk mendapatkan pengarahan intelijen yang biasanya diberikan kepada presiden terpilih.

“Kami telah melalui banyak kerusakan yang dilakukan selama empat tahun terakhir, menurut saya. Kita perlu membangun kembali institusi kita dan tenaga kerja saya untuk mencerminkan kekuatan penuh dan keragaman negara kita,” kata Biden pada briefing tersebut.

“Kita perlu fokus pada kesiapan untuk apa pun yang mungkin terjadi,” ungkapnya.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya