Berita

Ineos/Net

Bisnis

Gandeng Hyundai, Ineos Siap Untuk Wujudkan Kendaraan Berbahan Bakar Hidrogen

SENIN, 23 NOVEMBER 2020 | 10:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pabrikan baru 4x4 Inggris, Ineos, telah menandatangani nota kesepahaman dengan produsen otomotif raksasa Korea Selatan, Hyundai. Kedua perusahaan sepakat untuk bekerja sama dalam mengembangkan teknologi hidrogen yang pada akhirnya akan menggerakkan kendaraan off-road baru perusahaan kimia Inggris itu.

Perjanjian tersebut juga mencakup kesepakatan yang akan membuat Ineos mengevaluasi kemungkinan dimasukkannya teknologi drivetrain sel bahan bakar Hyundai ke dalam off-roader Grenadier yang akan diluncurkan pada tahun 2021 yang saat ini ditenagai dengan mesin bensin dan diesel enam silinder dari BMW.

Ineos akan memanfaatkan teknologi yang sudah digunakan di jalan raya pada SUV sel bahan bakar hidrogen Hyundai Nexo. Mereka menyebut pertimbangan teknologi tersebut sebagai langkah penting dalam upaya Ineos untuk meragamkan opsi powertrainnya pada tahap awal.


Jim Ratcliffe, pendiri Ineos dan salah satu orang terkaya di Inggris, telah menginvestasikan jutaan dolar untuk mengembangkan mobil tersebut, yang akan dipasarkan pada awal 2022 dengan mesin pembakaran internal.

Usaha SUV hanyalah sebagian kecil dari merek Ineos, dari sebagian besar kerajaan multinasional milik orang terkaya Inggris Jim Ratcliffe yang tumbuh dari dalam industri bahan kimia.

Perusahaan tersebut telah menghasilkan 300 ribu ton hidrogen per tahun, terutama sebagai produk sampingan dari operasi manufaktur kimianya. Mereka juga menjadi salah satu spesialis elektrolisis terbesar di Eropa, jadi bagi Ineos, mengeksplorasi tenaga hidrogen untuk mobilnya sangat masuk akal.

“Perjanjian antara Ineos dan Hyundai memberi kedua perusahaan peluang baru untuk memperluas peran utama dalam ekonomi hidrogen bersih,” kata Direktur teknologi Ineos Peter Williams, seperti dikutip dari Auto Express, Selasa (23/11).

“Mengevaluasi proses produksi, teknologi, dan aplikasi baru, dikombinasikan dengan kemampuan yang ada, menempatkan kami pada posisi unik untuk memenuhi permintaan yang muncul akan sumber energi rendah karbon yang terjangkau dan kebutuhan pemilik 4x4 di masa depan,” ungkapnya.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya