Berita

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo/Net

Dunia

Misi Pamungkas Mike Pompeo Di Timur Tengah Perkuat Kebijakan Warisan Donald Trump Untuk Tekan Iran

SENIN, 23 NOVEMBER 2020 | 07:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintahan Donald Trump berupaya agar penerus tongkat estafet Gedung Putih tidak dengan mudah membalikkan kebijakan yang selama ini ia bangun untuk Iran.

Usaha itu nampak dimaksimalkan oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dengan memanfaatkan turnya di Timur Tengah untuk memperkuat tekanan maksimum Washington terhadap Republik Islam.

Menjelang berakhirnya masa jabatan Trump, Pompeo menjadikan Teheran sebagai fokus utama perjalanannya. Ia bahkan menolak untuk mengesampingkan serangan militer dalam sebuah wawancara dengan surat kabar National yang diterbitkan Minggu (22/11).


Sementara presiden terpilih AS, Joe Biden, telah mengisyaratkan kembalinya diplomasi dengan republik Islam, Pompeo menegaskan kembai bahwa Iran adalah ancaman utama kawasan itu, dalam tur yang dilakukannya di Israel dan UEA.

"Pemerintahan (Trunp) ini, (akan) ada di sini sampai 20 Januari dan akan terus menjalankan kebijakannya," kata seorang pejabat senior AS yang mengikuti kunjungan ke ibu kota Qatar, Doha, seperti dikutip dari AFP, Minggu (22/11).

"Saya berharap bahwa pengaruh yang diperoleh oleh pemerintahan (Trump) dengan sangat keras ini akan digunakan dengan tujuan baik untuk membuat Iran, sekali lagi, mulai berperilaku seperti negara normal," lanjutnya.

Trump, yang menolak untuk mengakui hasil pemilihan AS, secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran lebih dari dua tahun lalu, sebelum menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan terhadap Teheran.

Di Yerusalem, Pompeo mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Washington akan mempertahankan kebijakannya tentang 'tekanan maksimum' untuk mengisolasi Iran, yang kemudian menggambarkannya sebagai kebijakan yang sangat efektif.

AS dapat memberlakukan sanksi baru dalam minggu dan bulan mendatang, menurut Pompeo. Menambah katalog tindakan yang diterapkan pada republik Islam itu dalam dua tahun terakhir.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar National selama singgahnya di Abu Dhabi, Pompeo ditanya apakah AS sedang mempertimbangkan serangan militer terhadap Iran, setelah New York Times melaporkan bahwa Trump telah mempertimbangkan opsi semacam itu atas program nuklir Iran tidak lama setelah pemilihan.

Pompeo menanggapi dengan mengatakan, "Presiden AS selalu memiliki hak untuk melakukan apa yang diperlukan untuk memastikan bahwa orang Amerika aman."

Kritik terhadap kebijakan luar negeri Trump menuduhnya meningkatkan ketegangan ke titik yang mustahil untuk bisa kembali sehingga Biden tidak dapat melanjutkan dialog dengan Teheran.

Biden -yang pernah menjadi wakil presiden di bawah pemerintahan Barack Obama ketika Teheran menyetujui kesepakatan nuklir dengan kekuatan dunia- diperkirakan akan berusaha untuk menghidupkan kembali perjanjian itu. Ini akan menempatkan AS pada benturan dengan saingan berat Iran, yaitu Arab Saudi.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya