Berita

WHO khawatir ancaman gelombang ketiga Covid-19 menanti Eropa awal tahun 2021 mendatang/Net

Dunia

WHO Waswas, Ancaman Gelombang Ketiga Covid-19 Menanti Di Awal 2021

MINGGU, 22 NOVEMBER 2020 | 23:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Utusan khusus Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk urusan Covid-19, David Nabarro mengaku khawatir bahwa gelombang ketiga pandemi Covid-19 siap menanti di Eropa pada awal tahun 2021 mendatang.

Hal tersebut akan sangat mungkin terjadi jika pemerintah negara-negara Eropa mengulangi lagi kegagalan yang pernah dibuat dalam upaya mencegah gelombang kedua infeksi virus corona.

"Mereka (Eropa) ketinggalan membangun infrastruktur yang diperlukan selama bulan-bulan musim panas, setelah mereka mengendalikan gelombang pertama," kata Nabarro dalam wawancara dengan sebuah surat kabar Swiss akhir pekan ini (Minggu, 22/11).


"Sekarang kita memiliki gelombang kedua. Jika mereka tidak membangun infrastruktur yang diperlukan, kita akan mengalami gelombang ketiga awal tahun depan," sambungnya, seperti dikabarkan ulang Channel News Asia.

Di sisi lain dia memuji tanggapan sejumlah negara Asia seperti Korea Selatan, di mana penularan sekarang relatif rendah.

"Orang-orang terlibat penuh, mereka mengambil perilaku yang mempersulit virus. Mereka menjaga jarak, memakai masker, mengisolasi saat sakit, cuci tangan dan permukaan. Mereka melindungi kelompok yang paling terancam," paparnya.

Nabarro juga mengatakan Asia tidak melonggarkan pembatasan terlalu dini.

"Anda harus menunggu sampai jumlah kasus berkurang dan tetap rendah. Reaksi Eropa tidak lengkap," tandasnya.

Pernyataan Nabarro datang selang beberapa hari setelah WHO pada Kamis (19/11) kemarin mengeuarkan data yang mencenangkan. WHO menyebut bahwa satu orang meninggal dunia akibat virus corona setiap 17 detik di Eropa.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya