Berita

Peringatan yang dipasang di sejumlah lokasi di kota Jasper, Kanada/Net

Dunia

Peringatan: Jangan Biarkan Rusa Menjilat Mobil Anda!

MINGGU, 22 NOVEMBER 2020 | 22:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tanda peringatan yang kerap dipasang di jalan atau sejumlah lokasi, biasanya merupakan imbauan agar setiap orang waspada dan berhati-hati.

Namun di sebuah kota pegunungan bernama Jasper, yang terletak  di provisi Alberta, Kanada, ada sebuah peringatan unik yang akan mungkin membuat sebagian orang bertanya-tanya saat melihatnya.

Pejabat di Jasper memasang tanda peringatan di sejumlah jalan dan lokasi yang berbunyi "Jangan biarkan rusa menjilat mobil Anda!".


Ini bukan semacam kesalahan tulis, namun benar adanya seperti itu. Tentu bukan tanpa alasan mengapa tanda seperti itu dipasang.

Pasalnya, di wilayah tersebut banyak populasi rusa. Sedangkan rusa menyukai garam karena itu merupakan salah satu hal yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan mineral dalam tubuh mereka.

"Mereka (rusa) terobsesi dengan garam, itu salah satu hal yang mereka butuhkan untuk mineral dalam tubuh mereka," kata juru bicara Taman Nasional Jasper Steve Young kepada CNN.

"Mereka biasanya mendapatkannya (garam) dari danau garam di taman, tapi sekarang mereka menyadari bahwa mereka juga bisa mendapatkan garam jalanan yang terciprat ke mobil," sambungnya.

Peringatan itu dibuat karena umumnya di Taman Nasional Jasper, orang kerap parkir di pinggir jalan dengan harapan bisa melihat rusa besar. Karena itulah, dengan peringatan tersebut diharapkan agar pengendara menyadari bahaya yang muncul jika membiarkan rusa berkeliaran di dekat mobil mereka.

Dengan membiarkan rusa menjilat garam dari mobil Anda, mereka akan terbiasa berada di sekitar mobil. Hal tersebut menimbulkan risiko bagi hewan dan pengemudi yang secara tidak sengaja dapat menabrak mereka.

"Rusa dan mobil bukanlah perpaduan yang baik," kata Young.

"Cara terbaik untuk menghentikan rusa agar tidak mendekati mobil Anda adalah dengan pergi saat Anda melihat mereka mendekat," tambahnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya