Berita

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin/Net

Politik

Pengamat: Kekuatan Politik JK Tidak Bisa Dianggap Enteng, Anies Jadi Kuat Jika Didukung

MINGGU, 22 NOVEMBER 2020 | 14:27 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla memang sudah tidak lagi menduduki jabatan, baik di pemerintah maupun di partai politik. Namun demikian, pengaruhnya dalam dunia politik tanah air masih kuat terasa.

Atas alasan itu, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin menilai bahwa JK bisa saja menjadi penyokong utama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pilpres 2020 nanti.

“Jika JK menjadi king maker, Anies bisa makin kuat. JK tetap memiliki kekuatan politik yang tak bisa dianggap enteng,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (22/11).


Direktur Indonesia Political Review ini mengatakan bahwa Jusuf Kalla sudah malang melintang sebagai politisi. Mulai dari menjadi ketua umum Partai Golkar hingga dua kali menjabat sebagai wakil presiden.

Di sisi lain, JK juga merupakan pebisnis sukses. Sehingga jika dia memberi sokongan ke Anies, tentu akan sangat menguntungkan.

“Jika jadi king makernya Anies, itu menguntungkan Anies. Namun Anies harus membuktikan dulu popularitas dan elektabilitas dia sebagai capres,” tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Polda Riau Bongkar Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:17

Istana: Perbedaan Pandangan soal Board of Peace Muncul karena Informasi Belum Utuh

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:12

Sekolah Garuda Dibuka di Empat Daerah, Bidik Talenta Unggul dari Luar Jawa

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:05

Menag: Langkah Prabowo soal Board of Peace Ingatkan pada Perjanjian Hudaibiyah

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:39

Ini Respons Mendikti soal Guru Besar UIN Palopo Diduga Lecehkan Mahasiswi

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:35

Polri Berduka Cita Atas Meninggalnya Meri Hoegeng

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:13

Demokrat Belum Putuskan soal Dukungan ke Prabowo pada 2029

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:02

MUI Apresiasi Prabowo Buka Dialog Board of Peace dengan Tokoh Islam

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:55

Jenazah Meri Hoegeng Dimakamkan di Bogor

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:53

PPATK Ungkap Perputaran Uang Kejahatan Lingkungan Capai Rp1.700 Triliun

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:46

Selengkapnya