Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Ketimbang Bertemu Habib Rizieq, Jokowi Lebih Baik Segera Koreksi Kebijakan Yang Resahkan Umat

SABTU, 21 NOVEMBER 2020 | 19:16 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Wapres Maruf Amin dinilai tidak perlu menjadi mediator antara Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab dengan Presiden Joko Widodo.

Demikian disampaikan pengamat politik Universitas Nasional Andi Yusran saat ditanya Kantor Berita Politik RMOL soal pernyataan terbuka juru bicara Maruf Amin yang siap bertemu Habib Rizieq, Sabtu (21/11).

Menurut Andi, Habib Rizieq dan Jokowi tidak memiliki masalah personal. Di mata Andi, selama ini Habib Rizieq hadir untuk mewakili kegelisahan umat akan sikap pemerintah yang terkesan berseberangan dengan umat.


"Jadi resolusinya sdalah redesign kebijakan pemerintah dalam merespons berbagai isu keumatan, pemerintah perlu lebih ‘wise’ dan akomodatif terhadap kepentingan umat," demikian kata Andi Yusran kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (21/11).

Ia justru melihat peran Habib Rizieq selama ini penting menyampaikan kritik publik. Pola gerakan politik serupa yang dilakukan elite politik lain seperti Din Syamsuddin dan Amien rais.

"Sejatinya pemerintah mereview kebijakannya selama ini untuk mendapatkan peta relasinya dengan Islam dan ummat, dan kemudian mengeksekusi formulasi kebijakan yang kebijakan yang lebih tepat," demikian kata Andi.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya