Berita

Hean cerpelai atau mink/Net

Dunia

Tak Ditemukan Tanda-tanda Virus Corona, Irlandia Tetap Rencanakan Pemusnahan Hewan Cerpelai Nasional

JUMAT, 20 NOVEMBER 2020 | 12:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pihak berwenang Irlandia berencana melakukan pemusnahan nasional terhadap ratusan ribu cerpelai, dipicu oleh kekhawatiran bahwa hewan-hewan itu mungkin memiliki versi mutasi dari virus corona yang sebelumnya terdeteksi di Denmark.

Sejauh ini, dari sejumlah pengujian yang dilakukan oleh otoritas Irlandia terhadap kawanan cerpelai menunjukkan bahwa mereka aman dari virus corona. Namun, departemen kesehatan mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa berlanjutnya peternakan cerpelai mewakili risiko berkelanjutan dari varian (virus korona) yang beradaptasi hewan yang juga disebut mink. Untuk itu, mereka merekomendasikan agar cerpelai yang dibudidayakan dimusnahkan.

Media nasional Irlandia melaporkan bahwa ada tiga peternakan cerpelai yang menampung sekitar 100 ribu hewan di seluruh negeri, seperti dikutip dari DW, Kamis (19/11).


Sementara di Swedia, pejabat dinas kesehatan pada Kamis (19/11) menyatakan bahwa beberapa orang yang bekerja di industri cerpelai telah dinyatakan positif virus corona, tetapi mereka menolak untuk mengungkapkan berapa banyak pekerja yang sejauh ini dinyatakan positif.

Hingga saat ini pihak berwenang di sana sedang menganalisis data untuk menentukan apakah ada hubungan antara strain yang ditemukan di cerpelai dan yang ada pada manusia.

Di Denmark, pemusnahan massal cerpelai saat ini tengah berlangsung terhadap 15 hingga 17 juta ekor hewan berbulu itu untuk menghentikan penyebaran strain mutan yang dicurigai.

Menteri kesehatan Denmark pada hari Kamis menyatakan bahwa ketegangan tersebut kemungkinan besar telah diberantas dan pihak berwenang mencabut sebagian besar tindakan penutupan regional.

Dengan jumlah cerpelai hampir tiga kali lebih banyak daripada jumlah penduduknya sendiri, Denmark telah menjadi eksportir terbesar dunia dan produsen terbesar kedua setelah China. Mereka mulai menyisihkan jutaan cerpelai pada bulan Oktober

Empat negara lain, termasuk Amerika Serikat, Italia, Belanda dan Spanyol juga telah menemukan virus corona di cerpelai, menurut pernyataan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dibudidayakan untuk diambil bulunya, cerpelai disebut dapat mengidap virus dan  mampu menularkannya kembali ke manusia, ungkap WHO pada awal November.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya