Berita

Pertemuan virtual Dewan Kerjasama Perdagangan dan Investasi Indonesia Maroko/RMOL

Dunia

Bikin Onar Di Sahara Maroko, Polisario Hendak Manfaatkan Kemenangan Joe Biden

KAMIS, 19 NOVEMBER 2020 | 23:13 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Belakangan ini isu Sahara Maroko kembali mencuat ke permukaan. Hal ini dipicu separatis Front Polisario yang mengancam akan mengakhiri gencatan senjata yang telah berlangsung selama 29 tahun dengan Kerajaan Maroko.

Ancaman itu dilontarkan oleh pemimpin Front Polisario Brahim Ghali akhir pekan kemarin. Dia mengaku bahwa pihaknya tidak akan lagi mematuhi komitmen gencatan senjata di Sahara Maroko.

Padahal, sejak beberapa waktu belakangan, Front Polisario pula lah yang kerap berbuat onar di penyeberangan El Guergarat yang merupakan zona penyangga.


"Kita lihat ketegangan kembali terhadi di perbatasan Maroko di  selatan, dekat dengan Mauritania. Polisario bilang siap akhiri gencatan senjata yang sudah berlaku sejak tahun 1991," kata Direktur Bidang Promosi, Media Luar Negeri Dewan Kerjasama Perdagangan dan Investasi Indonesia Maroko (DK-PRIMA), Teguh Santosa dalam pertemuan rutin virtual DK-PRIMA bertajuk "Konflik Sahara Barat Di Tengah Kebuntuan Upaya PBB" yang dilaksanakan pada Kamis malam (19/11).
 
Menurut Teguh, ulah Polisario tersebut dilakukan karena Polisario menyadari semakin hari mereka semakin kehilangan dukungan internasional.

"Analisa saya mengapa Polisario hari-hari ini cukup agresif menekan Maroko, pertama karena dukungan internasional pada Polisario menurun. Di sisi lain, dukungan internasional terhadap Maroko semakin signifikan," papar Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko itu dalam diskusi yang juga dihadiri mantan Dubes RI untuk Maroko Tosari Wijaya dan Presiden DK-PRIMA Heppy Trenggono.

Selain itu, Teguh menduga Polisario sedang brusaha menarik perhatian Presiden Amerika Serikat terpilih, Joe Biden.

"Saya menduga, Polisario hendak memanfaatkan kemenangan Joe Biden di Amerika Serikat," ujarnya.

"Dalam kampanyenya, Biden dan juga Partai Demokrat menunjukkan kepedulian yang tinggi pada isu HAM. Barangkali Polisario merasa bisa memanfaatkan hal itu," sambung dosen Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Padahal, kata Teguh, anggapan semacam itu tidak sepenuhnya tepat.

"Sebagai contoh, Hillary Clinton (dari Partai Demokrat Amerika Serikat) saat menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama) pernah berkunjung ke Maroko. Dia mengatakan bahwa otonomi khusus Maroko di wilayah selatan (Sahara Maroko) bisa jadi pendekatan terbaik untuk membangun wilayah tersebut," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya