Berita

Rencana Safari Dakwah Habib Rizieq Shihab diminta untuk ditinjau ulang mengingat bakal ciptakan kerumunan yang berpotensi jadi klaster baru Covid-19/Net

Politik

Safari Dakwah Habib Rizieq Berpotensi Ciptakan Klaster Baru, Ini Respons MUI Jabar

KAMIS, 19 NOVEMBER 2020 | 11:18 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Safari dakwah ke sejumlah daerah sebaiknya ditunda dan tidak dilakukan di masa pandemi Covid-19. Terlebih jika mubaligh tidak bisa mengendalikan pengikutnya untuk menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar, Rafani Achyar, menanggapi rencana safari dakwah yang akan dilakukan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS).

Menurut Rafani, Habib Rizieq memang berhak melakukan safari dakwah ke sejumlah daerah sebagai mubaligh. Akan tetapi, kondisi saat ini yang masih dalam masa pandemi juga harus menjadi pertimbangan.


"Secara demokratis (safari dakwah) dijamin dan sah-sah saja. Tapi harus mengetahui situasi dan kondisi saat ini yang masih pandemi. Harus mutlak memperhatikan protokol kesehatan. Kan kita tidak boleh berkerumun dalam jumlah banyak," kata Rafani, Kamis (19/11), dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Jika tetap akan melakukan safari dakwah, HRS harus mampu mengendalikan para pengikutnya untuk mematuhi dan menerapkan Prokes dengan baik. Sebab, jika tidak mengikuti aturan, sama saja melanggar hukum dan aturan bernegara.

Sementara dari sudut pandang agama, sambung Rafani, apabila berkerumun dalam jumlah banyak menyebabkan sebaran Covid-19 semakin cepat, maka akan menjadi kemudharatan jika tetap dipaksakan.

"Kemudharatan harus dihindari karena setiap umat mesti membawa kemaslahatan. Jadi kalau agama membawa kemudharatan, artinya melenceng dari pesan agama," tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya