Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Kesehatan

Giatkan Sosialisasi, Pemerintah Target Vaksinasi Covid-19 Bisa Diikuti Seluruh Masyarakat

RABU, 18 NOVEMBER 2020 | 13:25 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sosialisasi mengenai vaksin Covid-19 akan terus digiatkan pemerintah, guna memenuhi target penyuntikan bisa diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, usai mengikuti acara 'Simulasi Vaksinasi Covid-19' di Puskesmas Tanah Sereal, Bogor, Rabu (18/11).

"Ya terus kita lakukan sosialisasi, pemberitahuan agar yang mengikuti vaksinasi itu sebanyak-banyaknya," ujar Jokowi.


Lebih lanjut, mantan Wali Kota Solo ini menyebutkan jenis penyuntikan vaksin Covid-19 yang bisa diakses oleh masyarakat secara terbuka. Yaitu, vaksinasi melalui program yang disiapkan pemerintah, ataupun vaksinasi secara mandiri.

"Ada yang mendaftar gratis itu vaksinasi program. Ada yang membayar itu vaksinasi mandiri," ungkapnya.

Namun begitu, Jokowi memastikan nantinya kedua jenis penyuntikan vaksin tersebut akan berjalan beriringan, ketika bahan jadi vaksin dari sejumlah perusahaan dan atau merk luar negeri sudah tiba di Indonesia.

"Jadi dua hal yang berjalan beriringan," demikian Joko Widodo.

Nantinya, sebelum dilakukan penyuntikan, vaksin yang akan di distribusikan ke seluruh Provinsi di Indonesia harus sudah mendapatkan Emergency Use Authorization dari Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM).

Barulah setelah itu, vaksin bisa dibagikan dan digunakan untuk membentuk sisitem kekebalan tubuh buatan kepada masyarakat. Di mana direncanakan, proses penyuntikannya akan berlangsung pada akhir Tahun 2020 dan atau paling lambat awal tahun 2021.

Adapun sejumlah kandidat vaksin yang akan dipakai Indonesia untuk membuat kekebalan tubuh buatan terhadap masyarakat berasal dari tiga perusahan. Yaitu Cansino, G42 atau Sinopharm dan Sinovac.

Untuk jumlah vaksin yang dibutuhkan dipersiapkan pemerintah untuk fase pertama penyuntikan adalah sebanyak 50 juta dosis vaksin Covid-19.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya