Berita

Bus siap membawa para imigran ke pusat penampungan/Net

Dunia

Polisi Prancis Gulung Paksa Ribuan Migran Dari Kamp Sementara Di Kota Paris

RABU, 18 NOVEMBER 2020 | 08:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menjamurnya bangunan kamp sementara migran asing membuat pemerintah Prancis gerah. Polisi akhirnya mengambil tindakan tegas dengan mengevakuasi paksa lebih dari dua ribu migran dari kamp sementara mereka di pinggiran utara Paris Saint-Denis, pada Selasa (17/11) dini hari waktu setempat. Polisi juga membongkar seluruh bangunan di kamp tersebut.

Para migran akan dipindahkan ke berbagai pusat penampungan di wilayah Ile-de-France (Paris Raya). Sekitar pukul 04.30 waktu setempat, para migran mulai mengantri untuk menaiki bus beserta barang bawaannya. Secara keseluruhan, 70 bus digunakan untuk mengangkut para migran ke 26 pusat akomodasi.

Menurut organisasi France Terre Asile, sekitar 2.400 imigran tinggal di kamp tersebut, yang telah berkembang sejak Agustus.


“Kamp-kamp ini tidak dapat diterima. Operasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa orang-orang yang memiliki hak untuk berada di sini diberikan perlindungan dan mereka yang tidak memiliki hak itu tidak tetap berada di wilayah Prancis,” kata prefek polisi Paris, Didier Lallement, seperti dikutip dari AFP, Selasa (17/11).

Situasi para migran semakin diperumit oleh pandemi Covid-19 . Pada awal Oktober, Medecins sans frontieres (Doctors Without Borders atau MSF) menerbitkan survei tentang tingkat paparan di antara mereka yang paling rentan. Dari lebih 800 orang yang dites oleh LSM di berbagai pusat di sekitar Paris Raya, 10 pusat akomodasi darurat memiliki tingkat positif Covid-19 antara 23 dan 62 persen.

Dalam siaran pers yang diterbitkan Selasa, sekitar 30 organisasi advokat migran menandatangani surat terbuka yang mengecam siklus tak berujung dan merusak dari evakuasi paksa tersebut.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya