Berita

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan/Ist

Politik

Abdi Rakyat Merasa Pemanggilan Gubernur Anies Terkesan Bermotif Politik

SELASA, 17 NOVEMBER 2020 | 16:48 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Ada dugaan muatan politik dalam pemanggilan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan oleh aparat kepolisian buntut acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di kediaman Habib Rizieq Shihab (HRS).

Pemanggilan Anies Baswedan dengan dalih klarifikasi pelanggaran UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dalam acara maulid nabi dan pernikahan anak Habib Rizieq Shihab itu pun dinilai janggal.

"Padahal Pak Gubernur Anies tidak hadir dalam acara tersebut,” kata Sekjen organisasi masyarakat Abdi Rakyat, M Setio Ajiono kepada wartawan, Selasa (17/11).


Aji mengatakan, jika kepolisian mau adil dan tidak tebang pilih dalam penegakan protokol kesehatan, seharusnya Gubernur Banten dan Gubernur Jawa Barat ikut dipanggil.

"Karena wlayah Banten dan Jawa Barat menjadi tempat penyambutan kedatangan HRS di bandara dan saat peringatan Maulid Nabi SAW di Megamendung, Jawa Barat," kata Aji.

Dia juga mengatakan, seharusnya kepolisian juga memanggil dan mengklarifikasi gubernur atau mencopot Kapolda saat terjadi perhelatan proses kampanye dalam Pilkada Serentak 2020.

"Sekarang masih berlangsung proses kampanye Pilkada yang jelas-jelas terjadi kerumunan massa. Contoh yang terjadi di beberapa tempat yaitu di Solo, Medan, Surabaya dan daerah lain. Tapi ini kan tidak dilakukan oleh kepolisian," tegas dia.

Pada dasarnya, lanjut Aji, Gubernur Anies melalui Walikota Jakarta Pusat sudah melakukan langkah proaktif dengan memberikan surat imbauan dan denda yang diterapkan oleh Walikota Jakarta Pusat.

Namun melihat peristiwa yang terjadi, Aji menilai pemanggilan Gubernur DKI Jakarta terkesan bermotif politik daripada menegakkan aturan terkait protokol kesehatan di Jakarta.

"Ada yang mau dikorbankan dalam kejadian ini. Seharusnya dari awal pihak kepolisian proaktif, tegas melarang proses penjemputan hingga terjadi kerumunan massa di beberapa acara yang dihadiri oleh HRS. Tapi seperti ada pembiaran dan kita bisa lihat banyak aparat Polri dan TNI yang mengawal saat penjemputan HRS di bandara," ungkap Aji.

"Kita harus sama-sama ikut menjaga marwah kepolisian agar jangan sampai terkesan ikut-ikut bermain politik. Dan masyarakat juga benar-benar merasakan keadilan yang nyata dan merasa diayomi,” pungkas pria yang juga mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya