Berita

Menteri Agama Fachrul Razi/Net

Politik

Setara Institute: Menteri Agama Dan Mendagri Tak Punya Terobosan Selesaikan Intoleransi Agama

SENIN, 16 NOVEMBER 2020 | 22:46 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ada dau menteri di pemerintahan Presiden Joko Widodo yang belum menunjukkan kinerjanya terkait isu intoleransi di Indonesia.

Dari kacamata Setara Institute, dua menteri yang dimaksud yakni Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dan Menteri Agama, Fachrul Razi.

Menurut direktur riset Setara Institute Halili Hasan, Mendagri Tito Karnavian belum bisa mengatasi praktik dan ekspresi intoleransi dan diskriminasi berbasis agama yang terjadi di tingkat daerah.


"Kebijakan diskriminatif yang selama ini dipersoalkan oleh Komnas Perempuan, Setara Institute, serta pegiat kebhinnekaan dan pegiat HAM lainnya dibiarkan," kata Halili Hasan dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (16/11).

Dijelaskan, ekspresi diskriminasi, intoleransi, pengistimewaan kelompok mayoritas, dan pembatasan hak kelompok minoritas yang terjadi di banyak daerah cenderung dibiarkan.

Setara Institute pun mengingatkan Mendagri bahwa berdasarkan data kondisi kebebasan beragama/berkeyakinan, pemerintah daerah dinilai sebagai salah satu pelanggar hak kebebasan beragama pada kategori negara dengan jumlah pelanggararan yang tinggi, baik dalam bentuk tindakan langsung (violation by commission), pembiaran (violation by omission), maupun peraturan (violation by rule).

"Mestinya Mendagri menjadikan tata kelola pemerintahan daerah yang inklusif sebagai fokus kementeriannya untuk menjamin pengakuan hak bagi seluruh warga negara," paparnya.

Selain Mendagri, sosok yang disoroti Setara Institute yakni Menteri Agama Fachrul Razi. Sejauh ini, belum ada terobosan yang dilakukan Kemenag terkait dengan persoalan intoleransi.

"Kinerja Menteri Agama tidak ada terobosan, mulai dari penataan institusional untuk memastikan jaminan seluruh agama, termasuk agama lokal atau penghayat kepercayaan yang sudah mendapatkan rekognisi negara melalui putusan MK," tandasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya