Berita

Jumhur Hidayat/Net

Politik

Haris Rusly Moti: Jika Narapidana Pembunuhan Saja Dibebaskan, Kenapa Jumhur Malah Ditahan Sampai Terpapar Covid-19?

SENIN, 16 NOVEMBER 2020 | 16:21 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jumhur Hidayat telah dibantarkan masa penahanannya untuk mendapat perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Jumhur yang merupakan tahanan Bareskrim Polri dalam kasus dugaan pelanggaran UU ITE dibantarkan usai dinyatakan positif Covid-19.

Meski telah dibantarkan, terularnya Jumhur pada pandemi Covid-19 di dalam tahanan Bareskrim Polri patut disesalkan.


Aktivis Perisi '28, Haris Rusly Moti mengatakan, bahwa di masa awal pandemi Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly mengambil keputusan membebaskan 300.000 narapidana baik dewasa ataupun anak.

Keputusan Yasonna, diambil dengan dasar pencegahan penularan Covid-19 pada sesama narapidana jika berada dalam tahanan.

Bagi Haris Moti, seharusnya hal yang sama sudah dilakukan pada Jumhur. Bagi dia, Jumhur yang masih berstatus terduga tidak seharusnya ditahan dan terpapar Covid-19.

"Sobat, jika napi koruptor, perampokan dan pembunuhan saja dapat dibebaskan oleh Menkumham demi cegah penularan Covid-19. Kenapa tahanan politik seperti Syahganda dan Jumhur yang belum terbukti lakukan kekerasan, malah tetap ditahan, hingga Jumhur tertular Covid?" kata Haris Moti di akun Twitternya, Senin (16/11).

Kabar pembantaran Jumhur disampaikan oleh anggota Divisi Penggalangan KAMI, Andrianto setelah mengirimkan surat permohonan pembantaran penahanan pada Jumat lalu (13/11) ke Mabes Polri.

"Alhamdulilah, sahabat Jumhur dibantarkan ke RS Polri Kramatjati malam ini. Selanjutnya pihak Polri mesti jujur dan terbuka," ujar Andrianto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu malam (15/11).

Keterbukaan tersebut dinilainya penting dilakukan mengingat Covid-19 merupakan wabah yang sangat berbahaya dan harus ditangani dengan serius.

"Jadi protokol ketat mesti dilakukan. Di-lockdown dulu, yakni sterilisasi Rutan Bareskrim karena masih ada 175 tahanan lain termasuk pejuang KAMI, Syahgandan, Anton Permana, dan lain-lain," pungkasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya