Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Sudah Damai, Putin Ingatkan Jangan Lagi Gunakan Kata 'Konflik' Untuk Menyebut Nagorno-Karabakh

SABTU, 14 NOVEMBER 2020 | 21:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kesepakatan damai antara Armenia dan Azerbaijan telah tercipta. Dengan begitu, tidak ada lagi peperangan dan konflik di antara dua negara bekas Uni Soviet itu.

Meniti hari-hari ke depan dengan positif dan  melupakan segala peristwa pahit, Presiden Rusia Vladimir Putin berharap kata 'konflik' tidak lagi digunakan untuk menggambarkan situasi di Nagorno-Karabakh.

"Saya berharap bahwa kami, kita semua, tidak akan lagi mengatakan 'konflik Nagorno-Karabakh'. Hilangkan kata 'konflik' ketika menyebut Nagorno-Karabakh," kata Putin, berbicara melalui konferensi video dengan pejabat terkait untuk membahas masalah kemanusiaan di Nagorno-Karabakh, seperti dikutip dari Tass, Sabtu (13/11).


"Berharap kami akan segera bergerak maju untuk membahas masalah-masalah lain, tentunya masalah terkini," lanjut Putin.

Konflik antara Armenia dan Azerbaijan atas wilayah dataran tinggi Nagorno-Karabakh, pecah pada Februari 1988. Pada 1992-1994, ketegangan memuncak dan meledak menjadi aksi militer skala besar untuk menguasai daerah kantong dan tujuh wilayah yang berdekatan setelah Azerbaijan kehilangan kendali atas mereka.

Pembicaraan tentang penyelesaian Nagorno-Karabakh telah berlangsung sejak tahun 1992 di bawah OSCE Minsk Group, yang dipimpin oleh tiga ketuanya - Rusia, Prancis dan Amerika Serikat. Namun, perang antara dua itu terus berlangsung. Di tahun 2020, beberapa kali bentrokan terjadi.

Di Juni 2020, belasan tentara Armenia tewas. Selanjutnya berminggu-minggu bentrokan tidak dapat dihentikan. Puncaknya adalah pada September 2020.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan pada Jumat (13/11), bahwa Putin telah menghabiskan banyak waktu untuk  mengadakan pembicaraan dengan Presiden Azerbaijan Aliyev dan Perdana Menteri Armenia Pashinyan untuk membhas masalah ini.

Peran Presiden Rusia dalam menyelesaikan konflik di wilayah sengketa Nagorno-Karabakh adalah kunci, kerja intens, yang dalam beberapa hari akhirnya bisa diselesaikan.

"Peran ini adalah kuncinya," katanya. "Kerja keras berhari-hari sebelum penandatanganan, terkadang bahkan kerja sepanjang waktu, itu adalah pekerjaan Presiden Putin," kata Peskov.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya