Berita

Lokasi pengungsian erupsi Gunung Merapi//RMOLJateng

Nusantara

Cegah Klaster Covid-19 Baru, BNPB Ketatkan Protokol Kesehatan Di Pengungsian Erupsi Merapi

SABTU, 14 NOVEMBER 2020 | 15:47 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupaya melakukan pemantauan dan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang wilayahnya berpotensi terdampak erupsi Gunung Merapi.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan sebut saat ini ada dua ancaman yang harus diantisipasi.

Pertama adalah erupsi merapi dan kedua adalah masalah pandemi Covid-19.


Menurut Lilik, saat ini bahaya Covid-19 masih belum hilang. Disiplin pribadi untuk melakukan protokol kesehatan (prokes) menjadi kunci utama memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Sementara terkait dengan erupsi kita sudah dapat informasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengenai kondisi Merapi," papar Lilik seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJateng, Sabtu (14/11).

Sejauh ini, kesiapsiagaan terkait dengan status siaga Merapi sudah dijalankan dengan baik. Dari kondisi tersebut, beberapa daerah yg ada di KRB III termasuk Balerante membuat satu inisiatif (SOP) untuk  mengevakuasi kelompok rentan yakni manula, anak-anak, ibu hamil, orang yang sakit dan disabilitas.

"Saya memastikan (terkait pandemi Covid-19) semua prosedur potokol kesehatan harus diberlakukan di lokasi pengungsian," ungkap Lilik.

Semua protokol kesehatan juga sudah dijalankan di lokasi pengungsian seperti masuk harus cuci tangan, semua dibatasi.

Semua yang masuk dan akan berinteraksi dengan para pengungsi harus menerapkan protokol kesehatan dan tetap menggunakan masker.  

"Lebih baik lagi mereka yang berkunjung juga sudah melakukan tes swab sebelum ke lokasi pengungsian," imbuhnya.

Lilik juga berpesan jika ada yang akan berkunjung dan memberikan bantuan diharapkan tidak langsung bertemu dengan pengungsi, bisa melalui petugas jaga.

"Bantuan juga harus disemprot desindektan dulu, baru disampaikan pada pengungsi," lanjutnya.

Kata dia, ada mekanismenya yang harus dilaksanakan terkait prosedur kesehatan, dan harus dilakukan baik itu pengungsinya maupun mereka yang ngurus pengungsinya.

"Kami minta pada semua, termasuk pejabat mohon jika belum swab jangan langsung wawancara dengan pengungsi. Protokol kesehatan harus kita pakai. Karena kelompok rentan lebih berdampak untuk tertular Covid-19. Jangan sampai ada klaster baru di pengungsian," pungkasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya