Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin /Net

Dunia

Pemimpin Rusia Prihatin, Jumlah Korban Perang Armenia-Azerbaijan Mencapai Empat Ribu Tewas Dan Delapan Ribu Luka-luka

SABTU, 14 NOVEMBER 2020 | 08:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penduduk yang menderita akibat perang Armenia-Azerbaijan di wilayah konflik sangat membutuhkan bantuan segera. Setelah perang selesai dengan kekalahan di pihak Armenia, penduduk perlu kembali kepada kehidupan normal.

Presiden Rusia Vladimir Putin membahas hal ini dalam pertemuan virtualnya bersama Menteri Pertahanan Sergei Shoigu, Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov, Menteri Darurat Yevgeny Zinichev dan Direktur FSB Alexander Bortnikov. Dia menyatakan bahwa kesepakatan tripartit yang ditanda tangani pada 9 Nopember bertujuan untuk menghentikan pertumpahan darah serta agar situasi kembali stabil.

Putin menambahkan bahwa sesuai dengan pernyataan itu, kontingen penjaga perdamaian Rusia dikerahkan di sepanjang garis kontak dan di sepanjang yang disebut koridor Lachin.


“Perlu dicatat bahwa masalah kemanusiaan yang serius telah muncul di wilayah Nagorno-Karabakh, kami mendapatkan informasi lengkap terkait ini. Jumlah korban akibat pertempuran tersebut melebihi empat ribu orang, dan lebih dari delapan ribu orang luka-luka. Jumlah pengungsi, menurut berbagai sumber, mencapai puluhan ribu. Infrastruktur sipil dan banyak benda budaya hancur," ujar Putin dalam pidatonya di pertemuan itu, seperti dikutip dari News Arm, Jumat (13/11).

Putin menegaskan, perlu segera membentuk Pusat Tanggap Bencana dan Bantuan Kemanusiaan, untuk membantu penduduk daerah dalam menyelesaikan masalah yang paling mendesak.

"Tugas itu akan melibatkan sumber daya Kementerian Pertahanan, Kementerian Darurat, Kementerian Luar Negeri, layanan perbatasan FSB Rusia, dan departemen lain di Federasi Rusia," kata Putin.

Pusat tersebut juga akan terlibat dalam proses pemulangan pengungsi ke tempat tinggal permanen mereka. Dalam hal ini, menurut Putin, dibutuhkan komunikasi dengan badan-badan negara Azerbaijan dan Armenia untuk memulihkan infrastruktur sipil dan menciptakan kondisi kehidupan normal di Nagorno-Karabakh.

"Perlu berkoordinasi dengan badan-badan pemerintah dan, saya harap, saya benar-benar mengandalkannya, organisasi publik  memberikan bantuan kemanusiaan kepada penduduk di daerah yang terkena dampak perang, membantu badan-badan pemerintah Azerbaijan dan Armenia, karena mereka membutuhkan dukungan itu. Bantuan semacam itu akan sangat berguna, mengingat prasejarah yang rumit dari hubungan antara negara itu dalam menjalin interaksi dengan organisasi-organisasi kemanusiaan internasional dan di antara mereka sendiri," lanjut Putin.

Putin meminta Kementerian Luar Negeri Rusia untuk melanjutkan tugasnya menginformasikan perkembangan di Nagorno-Karabakh kepada OSCE Minsk Group tentang keputusan yang diambil.  Juga menginformasikan kepada Palang Merah Internasional, Komite Palang Merah, serta Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, untuk bersama-sama membantu para korban perang.

"Kita perlu berhubungan dengan mereka, dengan kolega kita dari UNESCO. Saya sangat mengandalkan dukungan mereka. Saya menyampaikan harapan agar kegiatan Pusat Bantuan (Antar Departemen) mendapat dukungan penuh dari semua pihak."

Putin telah banyak menghabiskan waktunya dalam percakapan telepon dengan Presiden Azerbaijan Aliyev dan Perdana Menteri Armenia Pashinyan selama menengahi perang dua negara ini.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya