Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pemecatan Empat Anggota Oposisi Parlemen Hong Kong Adalah Obat Yang Tepat, China Minta Asing Berhenti Ikut Campur

JUMAT, 13 NOVEMBER 2020 | 16:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pengusiran empat anggota parlemen pro-demokrasi dari badan legislatif Hong Kong yang berbuntut pada pengunduran diri massal 15 anggota oposisi lainnya dari gedung parlemen Hong Kong, dinilai sebuah keputusan yang tepat.

“Itu adalah obat yang tepat untuk kota itu,” kata pemerintah China, seraya mengatakan kepada pemerintah asing bahwa masalah itu bukan urusan mereka.

Lima belas politisi berjanji untuk berhenti karena marah setelah rekan-rekan mereka dicopot atas alasan keamanan nasional oleh kepala eksekutif yang ditunjuk Beijing, meningkatkan kekhawatiran bahwa ruang untuk perbedaan pendapat di Hong Kong akan menyusut.


Jutaan warga Hong Kong turun ke jalan tahun lalu, dalam aksi protes berbulan-bulan yang mengganggu atas kebebasan yang surut. Demonstrasi itu kemudian dibasmi oleh pandemi dan undang-undang baru yang membuat opini-opini tertentu menjadi ilegal dalam semalam.

“Pengusiran minggu ini adalah ‘obat yang tepat’ yang akan memulai babak baru dalam memastikan kelancaran badan legislatif Hong Kong,” kata kementerian luar negeri China di Hong Kong dalam sebuah pernyataan tertanggal Kamis (12/11), seperti dikutip dari AFP, Jumat (13/11).

“Keputusan itu dimaksudkan untuk menjamin operasi normal badan-badan pemerintahan, dan lebih baik memastikan Hong Kong diatur oleh rakyat Hong Kong dengan otonomi tingkat tinggi,” katanya.

Inggris - yang menyerahkan Hong Kong kembali ke China pada 1997 - memanggil duta besar China di London pada Kamis, menuduh Beijing melanggar kewajiban perjanjian internasional yang menjamin status khusus pusat keuangan dan otonomi tingkat tinggi.

London semakin berselisih dengan China sejak Beijing memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang luas di Hong Kong tahun ini.

Protes juga datang dari Uni Eropa, mereka mendesak penempatan kembali segera para anggota parlemen, dan Kanada mengatakan pemecatan mereka memiliki efek mengikis hak asasi manusia di Hong Kong.

China menolak kritik tersebut, dengan mengatakan “untuk memahami tren zaman, mereka harus menjauhkan tangan mereka dari urusan internal China, berhenti mencampuri urusan Hong Kong dalam bentuk apa pun, dan menghindari melangkah lebih jauh ke jalan yang salah.”

London telah membuat marah Beijing dengan menawarkan rute ke kewarganegaraan Inggris bagi warga Hong Kong yang memegang paspor British National Overseas dengan mengurangi persyaratan masuk dan tinggal.

Pemimpin Hong Kong dipilih oleh komite pro-Beijing, tetapi setengah dari 70 kursi legislatif dipilih secara langsung, menawarkan 7,5 juta penduduk kota kesempatan langka agar suara mereka didengar di kotak suara.

Pengusiran dan pengunduran diri akan membuat hanya ada dua legislator di luar kubu pro-Beijing yang tersisa, kedua lesgislator tersisa tidak selaras dengan kedua blok tersebut.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya