Berita

Varian tak berawak yang dimodifikasi dari kendaraan serbu off-road Dongfeng Mengshi berjalan di medan liar/Net

Dunia

Siap Menangkan Perang Masa Depan, China Terus Kembangkan Alat Tempur Tak Berawak

JUMAT, 13 NOVEMBER 2020 | 16:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Upaya para ilmuwan di universitas militer China untuk mengembangkan sistem tempur tak berawak untuk memenangkan perang di masa depan mulai membuahkan hasil. Laporan terbaru menunjukkan berbagai jenis peralatan tak berawak, termasuk platform tempur amfibi dan kendaraan tempur dengan konsep desain baru, mulai memasuki dinas militer.

Sejak 2013, tim inovasi teknologi untuk sistem tempur tak berawak di National University of Defense Technology (NUDT) telah membuat inovasi independen yang melibatkan teknologi perbatasan dalam peperangan tak berawak. Juga telah mengembangkan banyak jenis peralatan tempur tak berawak yang akan meletakkan dasar teknis bagi pasukan China untuk memenangkan perang di masa depan, seperti yang dilaporkan Radio Nasional China (CNR).

CNR melaporkan, salah satu proyek, yakni platform amfibi tak berawak, telah memenangkan tender kompetitif departemen peralatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Foto yang dilampirkan pada laporan tersebut menunjukkan prototipe platform amfibi di dalam air. Platform seukuran perahu itu sepertinya mampu berlayar dengan kecepatan tinggi.


“Itu telah melewati inspeksi pengiriman parameternya di atas air,” menurut laporan CNR, seperti dikutip dari Global Times, Kamis (12/11).

Proyek lain, yang dijuluki ‘kendaraan tempur dengan konsep desain baru’, juga siap untuk pemeriksaan pengiriman, kata laporan itu.

“Selama fase awal proyek, kepala tim NUDT melakukan survei terhadap lebih dari selusin unit militer untuk mempelajari kebutuhan pasukan akan kendaraan tempur tak berawak, dan akhirnya memutuskan untuk membangunnya untuk berbagai keperluan termasuk pembersihan rintangan dan pengintaian,” kata CNR.

Dalam beberapa tahun terakhir, tim NUDT juga mengembangkan seri kendaraan darat tak berawak bernama ‘Desert Wolf’, yang berjalan di jalur ulat, dilengkapi dengan stasiun senjata yang dikendalikan dari jarak jauh, dan dapat mengangkut barang dan tentara yang terluka. Tim juga memodifikasi kendaraan serbu off-road Dongfeng Mengshi - jenis kendaraan yang banyak digunakan oleh PLA - menjadi varian tak berawak, menurut laporan itu.

Di saat drone udara telah membentuk kembali peperangan modern, senjata tak berawak di darat serta di permukaan air dan di bawahnya, belum mendapatkan perhatian publik yang terkonsentrasi, tetapi mereka juga diharapkan mengubah cara pertempuran dilakukan, kata seorang ahli militer yang berbasis di Beijing yang tidak ingin disebutkan namanya.

“China perlu mengembangkan dan menugaskan peralatan tak berawak di semua bidang,” kata ahli tersebut.

Dalam latihan pendaratan amfibi bersama skala besar baru-baru ini di lepas pantai tenggara daratan China, PLA mengerahkan berbagai jenis peralatan tak berawak termasuk drone pengintai udara, kapal pemecah rintangan tak berawak, dan kendaraan darat tak berawak untuk tujuan serangan dan transportasi, menurut laporan TV Nasional China pada Oktober.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya