Berita

Joe Biden, kiri, duduk bersama Barack Obama dan penasihat keamanan nasional saat mereka mengikuti misi melawan Osama bin Laden di Ruang Situasi Gedung Putih pada 1 Mei 2011/Net

Dunia

Dalam Buku Terbarunya Obama Akui Biden Yang Sarankan Agar Tidak Menyerang Osama Bin Laden

JUMAT, 13 NOVEMBER 2020 | 15:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketika Barack Obama berkuasa, Joe Biden pernah memintanya untuk memikirkan lagi rencana untuk menggrebek  Osama bin Laden. Biden khawatir upaya penggrebekan akan gagal bila tidak dipikirkan masak-masak.

Kisah itu dituliskan oleh mantan presiden AS Baracak Obama dalam memoar terbarunya, ‘A Promise Land’ yang akan dirilis ada Selasa depan.  

Menurut buku itu, Biden mempertimbangkan serangan yang rencana awalnya akan dilakukan pada Mei 2011, di mana Navy Seal dikirim dari Afghanistan ke Pakistan untuk melaksanakan misi tersebut. Obama mengatakan dalam bukunya, bahwa wakil presidennya saat itu menyarankankan agar dirinya mengambil lebih banyak waktu untuk membuat keputusan tentang penggerebekan itu, dan mengatakan, "Jangan pergi."


Biden juga seperti mengisyarakat, “Ikuti naluri Anda,” kepada Obama, menurut The Guardian yang telah memperoleh salinan memoar 'A Promised Land' sebelum dirilis minggu depan.

Penasihat tertinggi Obama juga memperdebatkan apakah kesiapan dan kecakapan mereka cukup kuat untuk menyerang, yang berarti itu akan melanggar kedaulatan Pakistan.

Ketika Obama membuat keputusan untuk mengirim Navy Seal, Biden segera mendukungnya. Biden sendiri akhirnya diserang di dunia politik karena nasihatnya untuk mantan presiden itu.

Awal tahun ini, Biden - sekarang presiden terpilih Amerika Serikat - mengklaim bahwa dia tidak memberi tahu Obama untuk tidak melakukan penggerebekan untuk membunuh bin Laden.

Pada 2012, Biden menjelaskan kepada Demokrat selama retret bahwa Obama berkeliling meminta pendapat penasihat utamanya tentang apa yang harus dilakukan.

“Presiden, dia berkeliling dari meja ke meja dengan semua senior, termasuk kepala staf, dan dia berkata: 'Saya harus membuat keputusan'. Apa pendapat Anda?. Dia mulai dengan penasihat keamanan nasional, sekretaris negara, dan dia mengakhirinya dengan saya”  kata Biden.

Obama pun berkata, "Joe, bagaimana menurutmu?"

Biden menjawab, "Anda tahu, saya tidak tahu bahwa kami memiliki begitu banyak ekonom."

"Saya berkata, 'Kami berutang kepada pria itu jawaban langsung. Dan Biden menjawab, Tuan Presiden, saran saya adalah, jangan pergi. Kami harus melakukan dua hal lagi untuk melihat apakah dia ada di sana.'” kisah Obama.

Nasihat Biden kepada Obama pada saat itu melekat padanya dalam politik , karena Partai Republik telah menggunakannya untuk membuat iklan yang menyerangnya. Beberapa iklan mengklaim bahwa Biden sama sekali menentang penggerebekan, yang menurut Biden dan Obama, tidak benar.

Biden prihatin tentang "konsekuensi besar dari kegagalan" jika serangan itu tidak berhasil, itu yang dijelaskan dalam memoar.  Biden mengatakan Obama "harus menunda keputusan apa pun sampai komunitas intelijen lebih yakin bahwa bin Laden ada di wilayah itu."

Serangan itu akhirnya sukses, dan tim Navy Seal membunuh bin Laden - pendiri al-Qaeda - pada 2 Mei 2011, bertahun-tahun setelah dia mendalangi serangan teror 9/11 di Amerika Serikat.

Obama menulis, "Seperti yang terjadi dalam setiap keputusan besar yang saya buat sebagai presiden."

"Saya menghargai kesediaan Joe untuk meredakan suasana hati saya. Dia juga sering mengajukan pertanyaan sulit, yang sering kali memberi saya ruang yang saya butuhkan untuk mempertimbangkan apa yang ada dalam hati dan pikiran saya."

"Saat helikopter lepas landas, setelah operasi berhasil, Joe meletakkan tangan di bahu saya dan meremasnya," kisah Obama lagi.

"'Selamat, bos,'" Ujar Obama kepada Biden kala itu.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya