Berita

Tes swab di pusat tes virus corona di Paris/Net

Kesehatan

Sepuluh Hari Penguncian Nasional Kedua Di Prancis: Kasus Infeksi Covid-19 Menurun Tajam, Tapi Angka Kematian Juga Melonjak

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 | 08:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah lebih dari sepuluh hari melakukan penguncian nasional kedua, infeksi Covid-19 di Prancis dilaporkan turun tajam selama 24 jam pada hari Senin (9/11). Namun, kematian dan rawat inap yang terkait dengan penyakit itu juga ikut meningkat lebih tajam.

Direktur kesehatan Prancis Jerome Salomon mengakui kota-kota utama Prancis yang diberlakukan jam malam pada pertengahan Oktober mulai mengalami penyebaran penyakit yang lebih rendah, tetapi dia menekankan puncak pandemi Covid-19 masih akan datang.

"Kita berada pada momen krusial," kata Salomon pada konferensi pers, seperti dikutip dari AFP, Senin (9/11).


Salomon melaporkan 20.155 infeksi Covid-19 baru setiap hari, turun dari rekor pada hari Sabtu yakni 86.852 kasus dan hari Minggu 38.619 kasus.

Angka hari Senin cenderung turun karena tes yang dilakukan pada hari Minggu lebih sedikit. Rata-rata pergerakan tujuh hari dari infeksi baru, yang rata-rata dari data mingguan yang melaporkan penyimpangan, berada di 48.734, rekor tertinggi ketiga.

Dengan 1.807.479 kasus yang dikonfirmasi sejak wabah penyakit, Prancis memiliki penghitungan tertinggi keempat di dunia - melampaui Rusia selama akhir pekan - di belakang Amerika Serikat, India, dan Brasil.

Jumlah orang yang meninggal karena infeksi Covid-19 naik 551 menjadi 40.987, dibandingkan 270 pada hari Minggu dan rata-rata pergerakan tujuh hari 508, tertinggi dalam 28 minggu.

Hingga saat ini ada 882 lebih orang yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19, sehingga totalnya menjadi 31.125, dibandingkan rata-rata pergerakan tujuh hari 856. Itu berarti rekor 14 April dari 32.292 pasti akan disalip dalam beberapa hari mendatang.

Jumlah pasien di unit perawatan intensif naik 151 menjadi 4.690. Untuk indikator itu, tertinggi sepanjang masa adalah 7.148, yang dicapai pada 8 April.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Jawapos TV Tumbang, Televisi dan Radio Daerah Berguguran

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:24

UPDATE

Polda Metro Jaya Ajak Warga Manfaatkan Program Pemutihan Pajak hingga Akhir Agustus

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:11

IIW Indonesia 2026 Dorong Investasi dan Kolaborasi Industri Global

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:03

Indonesia dan Madagaskar Teken Dua Perjanjian Strategis

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:59

Sah! RUU P2SK Resmi Jadi UU, Purbaya Klaim Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:46

Pergantian Pimpinan BGN Harus Dibarengi Peningkatan Kualitas MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:44

ICW Khawatir Ada Intervensi di Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Proses Penyidikan ke Publik

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:37

Prabowo Pernah Minta BPKP Tak Ragu Usut Orang Dekat Sebelum Dadan Ditangkap

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:25

KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim dan Sejumlah Lokasi Lain

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:09

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:06

Rupiah-IHSG Ambruk, Pengamat: Pasar Lebih Percaya Data, Bukan Pidato Pemerintah

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:51

Selengkapnya