Berita

Kandidat presiden Donald Trump/Net

Dunia

Mantan Penasihat: Karir Politik Trump Tidak Berhenti Jika Dia Kalah, Sangat Bisa Mencalonkan Diri Lagi Pada 2024

JUMAT, 06 NOVEMBER 2020 | 13:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saat jumlah suara untuk Joe Biden semakin kuat dalam perebutan kekuasaan di Gedung Putih, mantan penasihat kampanye Donald Trump mengisyaratkan bahwa Donald Trump dapat kembali memperjuangkan jabatannya di oval lagi pada tahun 2024.

Saat ini Trump berada dalam 'posisi yang baik untuk mencalonkan diri lagi' sehingga tidak ada aturan yang mengatakan dia tidak bisa.

Berbicara kepada program Radio 4 BBC Today, mantan direktur komunikasi untuk tim transisi Trump, Bryan Lanza, mengatakan Trump sangat bisa kembali mengejar untuk "mencalonkan diri lagi empat tahun dari sekarang".


"Jika Trump mencalonkan diri lagi empat tahun dari sekarang, dia akan lebih muda dari Joe Biden daripada saat ini untuk kursi kepresidenan, jadi usia bukanlah masalahnya," kata Lanza, seperti dikutip dari Independent, Kamis (5/11).

'Biden akan memiliki kesempatan untuk memandu negara ini keluar dari Covid, dan kita akan melihat apa kesuksesan dan kegagalannya. Jadi, tidak ada seorang pun di partai Republik yang dapat menantang Presiden Trump dalam pemilihan mendatang," kata Lanza.

Dia menambahkan bahwa jika Trump kalah dalam pemilihan yang sangat ketat ini, maka  dia bisa membuat kasus yang kuat untuk maju kembali.

"Dan Partai Republik akan menyingkir untuk membiarkan itu terjadi," tambah Lanza.

Jika apa yang dikatakan Lanza benar, itu menegaskan bahwa meskipun karir kepresidenan Donald Trump di periode pertama ini tidak berlanjut ke periode kedua, karier politik Trump akan terus berlanjut.

Meskipun konstitusi AS tidak mengizinkan presiden mana pun untuk menjabat lebih dari dua periode, tetapi tidak disebutkan bahwa kedua masa jabatan itu harus berturut-turut.

Lanza juga ditanyai tentang upaya Trump yang ingin merusak proses pemilihan dengan menyatakan keraguannya atas penghitungan suara yang sedang berlangsung.

"Saya tidak berpikir itu berbeda dari apa yang Demokrat lakukan ketika mereka memberi tahu orang Amerika bahwa Rusia terlibat dalam pemilihan Donald Trump empat tahun lalu," jawab Lanza diplomatis.

Sementara posiis Trump terus melemah di Pennsylvania dan Georgia pada penghitungan suara yang berlangsung Kamis (5/11) malam waktu setempat.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya