Berita

Ilustrasi dana desa untuk Papua/Net

Nusantara

Ternyata Dana Desa Kerap Dirampok KKB Untuk Beli Senjata

JUMAT, 06 NOVEMBER 2020 | 04:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dana desa di wilayah Papua ternyata kerap dirampok oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Setidaknya fakta ini sebagaimana disampaikan oleh Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni.

Dia mengatakan bahwa KKB kerap mengancam kepala desa dan sekretaris desa saat mengetahui dana desa telah cair. Mereka meminta dana desa untuk membeli senjata dan amunisi.

KKB, kata Natalis, akan menunggu di perkampungan begitu tahu bahwa dana desa sudah cair. Kemudian mereka akan meminta sebagian dana tersebut kepada aparat desa.


“KKB ini mengancam dengan senjata kalau tidak diberikan sebagian dana itu,” tutur Natalis dalam siaran pers yang diterima redaksi, Kamis (5/11).
 
Natalis sebagai pemerintah daerah memgaku tak bisa mengontrol penyaluran dana desa. Lantaran, dana desa ditransfer langsung ke kepala kampung maupun sekretaris kampung.

Natalis menerangkan, pengawasan dana desa dan penjualan senjata harus jadi tugas bersama pemerintah dan petugas keamanan. Sebab, kata dia, meski ada dana namun tidak ada penjual senjata, maka KKB otomatis kehabisan amunisi dan senjata.
 
“Keduanya saling terkait. Dana desa dan penjualan senjata ini. Kita awasi dana desa tapi juga jangan lagi ada celah untuk penjualan senjata dan amunisi,” ujarnya.
 
Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa mengapresiasi apa yang disampaikan Natalis. Menurutnya, perampokan dana desa oleh KKB sudah menjadi rahasia umum.

Penyergapan tim penegakkan hukum gabungan TNI Polri beberapa waktu yang lalu di Kp Jalai juga bermotif sama, yaitu permintaan dana desa.
 
“Pengungkapan tersebut menunjukkan bahwa warga masyarakat yang selama ini terancam karena diintimidasi oleh KKB, mulai berani menyuarakan kebenaran,” tuturnya

“Fakta ini harus diketahui oleh publik secara luas, agar makin paham bahwa akar masalah di Papua adalah keberadaan KKB yang dibantu oleh pendukungnya yang ada didalam dan di luar negeri,” demikian Kolonel Suriastawa.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya