Berita

Senator petahana Partai Republik Susan Collins menang di Maine/Net

Dunia

Harapan Demokrat Kendalikan Senat Terancam Kandas, Senator Petahana Partai Republik Susan Collins Menang Di Maine

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 | 12:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harapan Partai Demokrat di Iowa, Maine, kandas setelah senator petahana Partai Republik Susan Collins memenangkan pemilihan, di mana ini menjadi perlombaan paling sulit dalam karirnya. Kemenangannya telah membalikkan tantangan berat dari saingannya, Sara Gideon, dan membekukan harapan Demokrat untuk mendapatkan mayoritas Senat.

Collins, menjadi salah satu dari empat kandidat dalam pemungutan suara. Ia memenangkan mayoritas suara tempat pertama, menurut The Associated Press. Itu berarti tidak ada putaran tabulasi tambahan yang diperlukan di bawah sistem pemungutan suara pilihan peringkat Maine, memperkuat prospek Republik untuk mempertahankan kendali Senat AS.

“Saya orang pertama sejak Maine secara langsung memilih senatornya, yang memenangkan masa jabatan kelima,” kata Collins, seperti dikutip dari Al-Jazeera, Kamis (5/11).


Partai Demokrat mengalami malam yang mengecewakan dalam pertempuran untuk mendapatkan kendali Senat, meskipun terlalu dini bagi Partai Republik untuk menyatakan kemenangannya setelah mengalahkan beberapa penantang dalam melindungi mayoritas mereka.

Namun, dengan penghitungan suara yang terus berlanjut di beberapa negara bagian utama, jika akhirnya Joe Biden dari Demokrat memenangkan kursi kepresidenan, ia harus bekerja dengan Senat AS yang terpecah, yang kemungkinan masih dikendalikan oleh Partai Republik.

Collins yang saat ini berusia 67 tahun berhasil membalikkan salah satu tantangan terkuat dalam karirnya saat dia mengalahkan Gideon (48), pembicara terkenal dari Dewan Perwakilan Negara Bagian Maine.

Gideon mengatakan dia telah menelepon Collins untuk mengakui kekalahannya dan memberi selamat padanya atas kemenangan itu. Collins memenangkan 407.254 suara dibandingkan dengan 338.617 untuk Gideon, dari 85 persen daerah yang telah melaporkan.

Collins menggembar-gemborkan dirinya sebagai seorang sentris bipartisan yang bersedia bekerja dengan kedua belah pihak untuk menyelesaikan segala sesuatu.

Para penentang menuduhnya sebagai pendukung Presiden Donald Trump, mengutip suaranya untuk mengkonfirmasi Hakim Agung Brett Kavanaugh dan untuk pemotongan pajak yang menguntungkan orang kaya.

Hasilnya adalah kemunduran bagi Demokrat, yang berharap memperoleh tiga hingga empat kursi untuk memenangkan kendali Senat sebanyak 100 kursi. Collins telah dipandang sebagai salah satu Republikan yang paling rentan.

Partai Republik mengendalikan Senat dengan 53 hingga 47 mayoritas sebelum pemilihan. Sementara saat ini, Partai Republik telah mendapatkan 48 kursi dan Demokrat memiliki 47 kursi senat. Fokus sekarang adalah pada hasil yang tertunda di Michigan, North Carolina, dan Georgia.

Di Michigan, Gary Peters dari Partai Demokrat membuntuti penantangnya dari Partai Republik John James dengan selisih tipis sementara penghitungan berlanjut.

Di Georgia, petahana dari Partai Republik, David Perdue, masih memimpin perolehan suara dari penantang Demokrat Jon Ossoff.

Senator Republik petahana asal Carolina Utara, Thom Tillis, memimpin penantang Demokrat Cal Cunningham dengan 94 persen suara yang dilaporkan.

Kandidat dari Partai Republik, Tommy Tuberville menyingkirkan Doug Jones dari Partai Demokrat di Alabama dan Partai Republik selamat dari tantangan terhadap petahana Iowa, Joni Ernst.

Sementara itu, Partai Demokrat menang di Arizona setelah Mark Kelly  mengalahkan petahana dari Partai Republik, Martha McSally. Di Colorado, mantan gubernur Demokrat John Hickenlooper mengalahkan Cory Gardner dari Partai Republik.

Di Alaska, petahana dari Partai Republik Dan Sullivan memimpin penantang Demokrat Al Gross dengan suara yang masih dihitung. Sullivan menyatakan keyakinannya pada Selasa malam bahwa dia akan keluar sebagai pemenang.

“Kami berada di jalur yang jelas untuk kemenangan gemilang bagi negara kami dan negara kami karena masa depan positif yang telah kami buat,” kata Sullivan kepada para pendukungnya di Anchorage.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya