Kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden bersama isterinya/Net
Pergerakan penghitungan suara pemilihan AS mulai memperlihatkan hasil yang semakin jelas. Petahana Donald Trump terlihat memenangkan banyak suara di beberapa negara yang menjadi medan pertempuran utama. Walau begitu, lawannya dari Demokrat mengatakan mereka masih tetap yakin akan memenangkan pemilihan.
"Kami yakin kami berada di jalur yang tepat untuk memenangkan pemilihan ini'," kata Joe Biden, seperti dikuti dari AFP, Rabu (4/11).
Mantan Wakil Presiden era Obama itu mendesak para pendukungnya untuk tetap bersabar karena suara terus mengalir dalam perlombaan yang membuat semua orang cemas dan menggigit kuku.
Ia menegaskan bahwa pemilihan presiden belum berakhir, setidaknya sampai setiap suara dihitung.
“Kami tahu ini semua karena pemungutan suara awal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Apalagi pemungutan suara melalui surat, itu akan memakan waktu cukup lama. Kami harus bersabar sampai kerja keras penghitungan suara selesai," kata Biden dalam sambutan singkatnya.
Hingga Rabu (4/11) siang, ada jutaan surat suara yang belum dihitung di negara bagian yang dapat membuat atau menghancurkan persaingan untuk Gedung Putih.
Pejabat pemilu sebelumnya memperingatkan bahwa banjirnya surat suara yang diberikan melalui pos karena adanya wabah pandemi virus corona dapat memakan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu untuk proses penghitungan.
"Begini, kita bisa tahu hasilnya paling cepat besok pagi, tapi mungkin butuh waktu lebih lama,†kata Biden pada Rabu (4/11).
Dia juga menekankan bahwa dia tidak mencoba untuk mengklaim kemenangan secara prematur seperti yang dikatakan Trump.
“Seperti yang telah saya katakan selama ini, bukanlah tempat saya atau tempat Donald Trump untuk menyatakan siapa yang memenangkan pemilihan ini. Itu keputusan rakyat Amerika. Tapi saya optimis tentang hasil ini," kata Biden.
Komentar Biden yang meyakini akan memenangkan pemilihan membuat Trump menduga bahwa dia telah bebuat curang. Trump dalam tweetnya mengatakan; "Demokrat mencoba MENCURI Pemilu."
Tweet Trump itu langsung mendapat tanggapan dari Twitter berupa penanda. Twitter menandai tweet Trump tentang hasil pemilu karena konten 'menyesatkan'