Berita

Potongan gambar dari cuplikan adegan di mana pemeran dutabesar Arab memberikan hadiah potret Nabi Muhammad (gambar diburamkan oleh redaksi) kepada kaisar Tiongkok/Net

Politik

Gambar Nabi Muhammad Tayang Di TV China, Habib Husein Ja’far: Jangan Terprovokasi, Contohlah Sikap Nabi

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 | 00:28 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Harus ada langkah tegas yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap adanya tayangan gambar Nabi Muhammad di salah satu saluran televisi China, CCTV beberapa waktu lalu.

Sebagai negara mayoritas muslim, pemerintah Indonesia harus tegas kepada pemimpin-pemimpin negara atau otoritas negara di mana terjadi penghinaan terhadap Nabi Muhammad.

“Sehingga pemerintah menyikapi secara tegas dan bijaksana terhadap para penghina Nabi Muhammad di wilayahnya. Karena kenapa? Karena kita tahu kita semua, saya kira bercita-cita untuk dalam kebersamaan dan kehangatan,” kata Habib Husein Ja’far Al Hadar kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (5/11).


Habib Husein tidak sepakat dengan adanya pernyataan kebebasan berekspresi itu diartikan bebas melakukan penghinaan. Menurutnya, kebebasan berekspresi memiliki batasan-batasan untuk menjaga kebersamaan dan kehangatan satu dan yang lainnya.

Namun demikian, ia meminta kepada masyarakat Indonesia untuk tidak terprovokasi dengan adanya tayangan gambar Nabi Muhammad di China.

Sebab Nabi Muhammad pun telah mencontohkan perilaku memaafkan meski mendapat hinaan. Habib Husein pun mengurai beberapa ayat dalam Al Quran yang menceritakan peristiwa penghinaan orang kafir kepada nabi Muhammad. Seperti surah Al-Hijr ayat 6, surah Ashshofaat ayat 36 dan beberapa lainnya.

“Artinya, penghinaan terhadap Nabi Muhammad itu telah ada sejak Nabi Muhammad hidup. Nabi Muhammad dilempar batu, dihina, dan lain sebagainya. Nabi tidak membalas hinaan, kecuali dengan hal-hal yang positif untuk mengubah masyarakat yang menghina agar jadi baik," jelasnya.

“Sikap kita tidak perlu terprovokasi dengan China itu. Karena, tujuan utama kita adalah menjaga kebersamaan. Jangan membalas hinaan dengan hinaan. Bersikap tegas tapi dalam koridor kebijaksanaan, kemudian berorientasi pada penyelesaian masalah, bukan untuk membalas,” tandasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya